Sosialisasi Program Bangga Kencana di Sidoarjo, Dorong Terwujudnya Keluarga Berkualitas dan Sejahtera

Sidoarjo (DelapanPlus) :

Dalam rangka memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pembangunan keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana di Gedung Serbaguna Maerokotjo, Perumahan Rewin, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada 30 Oktober 2025 ini.

Turut hadir, sejumlah tokoh penting, antara lain Indah Kurmiawati, S.E., M.M. selaku Anggota Komisi IX DPR RI; Herman Melani, S.H., M.H., Kepala Biro Umum dan Pengelolaan Barang Milik Negara BKKBN; Taufik Daryanto, S.Psi., M.Sc., Katimja Humas dan Informasi Publik Perwakilan BKKBN Jawa Timur; serta Heri Jatmiko, S.Sos., M.M., Kabid Dinas P3AKB Kabupaten Sidoarjo.

Dalam paparannya, Herman Melani SH, MH menegaskan bahwa kemitraan antara BKKBN dan Komisi IX DPR RI bukan sekadar bentuk kolaborasi administratif, tetapi juga sinergi strategis dalam legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Ibu Indah Kurmiawati terkait pembahasan revisi UU No.52 tentang Keluarga, agar lembaga legislatif dan eksekutif dapat berjalan beriringan,” ujar Kepala Biro Umum dan Pengelolaan Barang Milik Negara BKKBN.

Herman Melani pun menambahkan, tugas utama BKKBN kini berfokus pada perubahan perilaku menuju keluarga Bangga Kencana. Paradigma pembangunan keluarga tidak lagi sekadar berbicara tentang jumlah anak, tetapi tentang kualitas tumbuh kembang anak, jarak kelahiran yang ideal, dan kesiapan usia menikah.

“Anak tidak hanya tumbuh, tetapi juga harus berkembang sesuai usianya,” tegasnya.

Membangun Keluarga Bahagia dan Sejahtera

Sentara itu, senada dengan hal itu, Taufik Daryanto selaku Katimja Humas dan Informasi Publik Perwakilan BKKBN Jawa Timur, menjelaskan bahwa makna mendalam dari keluarga berkualitas. Yakni ;

“Keluarga berkualitas berarti bahagia dan sejahtera. Tujuan BKKBN adalah mewujudkan rumah tangga yang tenteram, sentosa, dan harmonis, sebagaimana semangat yang tertuang dalam Mars KB sejak tahun 70-an,” katanya.

Ia pun mengungkapkan, rata-rata Total Fertility Rate (TFR) Jawa Timur saat ini berada di angka 1,9, artinya sudah tercapai dari sisi jumlah anak, namun tantangan terbesar kini adalah bagaimana keluarga dapat mencapai bahagia dan sejahtera secara emosional dan ekonomi.

Dalam mendukung hal tersebut, BKKBN memperkuat layanan melalui berbagai program, antara lain GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) dan layanan kontrasepsi pria (Vasektomi). BKKBN juga menyediakan layanan konsultasi keluarga gratis secara online melalui kanal resmi seperti Instagram @bkkbn_jawatimur.

Gadget, Pinjol, dan Tantangan Keluarga Modern

Taufik Daryanto pun menyoroti fenomena pinjaman online dan penggunaan gadget sebagai ancaman baru bagi ketahanan keluarga.

“Banyak keluarga terjebak stres karena perilaku konsumtif dan penggunaan gadget yang tidak terkontrol. Keterbukaan antar pasangan menjadi kunci untuk mencegah konflik dan menjaga keharmonisan,” pesannya.

Ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi penggunaan ponsel anak remaja, serta mengelola kebiasaan digital dengan bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif dalam keluarga.

Ayah Teladan dan Lansia Mandiri: Wujud Nyata Program BKKBN

Dan sebagai penutup, Heri Jatmiko S.Sos., M.M., selaku Kabid Dinas P3AKB Kabupaten Sidoarjo. menegaskan pentingnya peran GATI sebagai salah satu program quick win BKKBN.

“Program ini mendorong para ayah agar hadir lebih aktif dalam pengasuhan anak dan menjadi teladan bagi keluarga,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan program Tamasya, di mana pada Oktober lalu sebanyak 22 petugas daycare mengikuti pelatihan pengasuhan anak selama 20 hari.

Ada pula program SIDAYA, yang bertujuan menciptakan lansia mandiri dan sehat tanpa merepotkan keluarga, serta pengembangan SuperApp BKKBN, yang memuat berbagai informasi dan layanan keluarga secara digital.

Sosialisasi Program Bangga Kencana di Sidoarjo bukan hanya sebuah agenda formalitas, tetapi momentum nyata untuk membangun keluarga Indonesia yang cerdas, tangguh, dan bahagia.

Di tengah tantangan zaman digital, kolaborasi antara pemerintah, DPR, dan masyarakat menjadi kunci untuk menyiapkan generasi emas yang unggul, sejahtera, dan berdaya saing.

Bangga Kencana bukan sekadar slogan, melainkan gerakan hati yang menumbuhkan keluarga Indonesia menjadi kuat, harmonis, dan berkehidupan berkualitas.

)***Yuri / Foto Istimewa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *