Delapanplus.com – Setelah sibuk dibidang lain, sosok Neta Gabrynev akhirnya kembali ke panggung seni lewat pementasan teater sejarah berjudul Ratu Kalinyamat di Museum Bahari Jakarta. Di panggung itu, Neta Gabrynev dipercaya memerankan tokoh utama sang pahlawan nasional dari Jepara.
Pementasan mendapat sambutan positif hingga mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah Jepara. Neta Gabrynev mengaku terhormat karena langsung menerima undangan dari Witiarso Utomo, Bupati Jepara, untuk hadir dalam peresmian museum dan acara budaya di Jepara.

“Saya merasa dihargai. Banyak dukungan, terutama dari Pemkab Jepara,” ujar Neta Gabrynev dalam wawancaranya.
Selain dukungan daerah, pementasan dan upaya mengangkat sejarah lokal lewat teater ini juga mendapat perhatian dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Dalam kapasitas sebagai menteri, Fadli Zon dikenal aktif mendorong pelestarian dan promosi kebudayaan Indonesia ke ranah internasional.
Menurut Neta Gabrynev, dukungan dari kementerian membuat semangatnya semakin besar. “Kalau ada dukungan resmi seperti itu, rasa tanggung jawabnya besar. Ini bukan cuma soal teater, tapi juga soal memperkenalkan pahlawan bangsa ke generasi muda dan dunia,” katanya.

Neta Gabrynev tak ingin berhenti di satu pementasan. Ia dan tim produksi tengah merancang langkah selanjutnya: pentas di luar negeri, kemungkinan ke UK atau Belanda, serta kemungkinan adaptasi bentuk lain seperti film atau web series. Semua masih dalam tahap “proses dan doa.”
“Harapannya, ini bisa jadi jembatan agar cerita dan nilai-nilai pahlawan kita dikenal luas, lebih dari sekadar lokal,” ungkap Neta Gabrynev.
Dukungan dari Pemkab Jepara melalui undangan resmi untuk Neta Gabrynev menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius menjaga dan mengangkat sejarah lokal, terutama pahlawan perempuan seperti Ratu Kalinyamat. Sementara itu, di tingkat nasional, kepemimpinan Fadli Zon di Kementerian Kebudayaan diyakini akan memberi ruang lebih besar bagi inisiatif seni pertunjukan, teater, dan pelestarian sejarah Indonesia.
Hal ini membuka harapan bahwa proyek Neta Gabrynev bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya kebudayaan dan edukasi sejarah, sekaligus potensi menarik perhatian publik dan bahkan internasional.

Kembalinya Neta Gabrynev lewat teater “Ratu Kalinyamat”, dukungan dari Pemkab Jepara serta sinyal positif dari pemerintah pusat lewat Menteri Kebudayaan, memberi warna baru bagi dunia seni pertunjukan dan kebudayaan nasional. Jika semua berjalan sesuai rencana, cerita tentang sang pahlawan Jepara bisa melanglang jauh, dari panggung lokal hingga ke luar negeri, bahkan layar kaca. Bagi pecinta seni dan sejarah, perjalanan ini tentu layak ditunggu. (doni)
