Jakarta ! Delapanplus.com —
Grup vokal NTS kembali menegaskan eksistensinya di industri hiburan Tanah Air melalui penampilan empat gadis milenial berbakat yang memadukan kualitas vokal, energi panggung, dan karakter kuat. Dalam penampilan terbarunya, NTS sukses mencuri perhatian publik, khususnya lewat aksi memukau Ara Carrisa saat membawakan lagu legendaris Indonesia, Dealova.
Penampilan Ara Carrisa menjadi sorotan utama. Ini merupakan kali pertama dirinya kembali membawakan lagu pop Indonesia di atas panggung. Keberanian tersebut berbuah manis. Ara tampil dengan interpretasi baru yang segar, tanpa menghilangkan ruh lagu aslinya. Sentuhan khas generasi muda yang ia hadirkan membuat Dealova terasa hidup kembali dan menuai pujian dari berbagai kalangan.

Tak hanya Ara, kualitas NTS semakin lengkap dengan penampilan Jannesa Shane Putri. Ia menunjukkan kemampuan vokal yang solid saat membawakan lagu barat dengan tingkat kesulitan tinggi. Dengan teknik yang terkontrol dan penguasaan nada yang matang, Jannesa mampu mengeksekusi lagu tersebut secara maksimal.
Menurut Jannesa, kepercayaan diri menjadi fondasi utama dalam bernyanyi.
“Kalau kita tampil pede, suara tinggi dan rendah bisa kita atur,” ujarnya.
Di luar dunia tarik suara, Jannesa juga dikenal sebagai pribadi multitalenta. Ia aktif sebagai pembawa acara (MC) dan memiliki ketertarikan di bidang olahraga basket. Baginya, manajemen waktu menjadi kunci agar setiap potensi dapat berkembang secara seimbang dan berkelanjutan.

Grup NTS sendiri beranggotakan empat gadis muda berbakat, yakni Keke Azalea, Cindy Queenara, Jannesa Shane Putri, dan Ara Carrisa. Kekompakan mereka terlihat jelas, baik saat latihan maupun di atas panggung. Interaksi yang cair, penuh canda, dan semangat positif menjadi kekuatan utama yang membentuk identitas NTS sebagai grup vokal generasi baru.
Di balik performa solid tersebut, terdapat peran penting Nilam Topodade selaku pelatih. Ia dikenal menerapkan disiplin ketat demi membentuk mental, karakter, dan kesiapan para anggota saat tampil di hadapan publik. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menanamkan profesionalisme sejak usia dini.
Sementara itu, CEO Esteg menegaskan bahwa NTS tidak hanya diproyeksikan sebagai grup hiburan, tetapi juga sebagai simbol prestasi generasi muda Indonesia.
“NTS kami latih bukan hanya soal bernyanyi, tetapi juga karakter, mental panggung, dan prestasi,” ungkapnya.
Ke depan, NTS 2026 ditargetkan menjadi representasi generasi muda Indonesia yang berdaya saing, berkarakter kuat, serta mampu mengharumkan nama bangsa di industri hiburan nasional. Dengan fondasi yang matang, disiplin yang terjaga, dan bakat yang terus diasah, NTS bukan sekadar tampil—mereka sedang melangkah pasti menuju panggung besar masa depan.
Inilah bukti bahwa ketika talenta, karakter, dan visi disatukan, prestasi bukan lagi sekadar harapan, melainkan keniscayaan yang tak terbantahkan.
)**Djunod/ Foto Ist.
