Jakarta ! Delapanplus.com –
Bagi banyak perempuan, cinta tak selalu soal benar atau salah. Kadang, ada hubungan yang terasa keliru, tapi tetap bermakna. Di titik itulah Safira Zaza menemukan dirinya dalam lagu “Salah Tapi Baik”, single terbarunya yang menghadirkan sudut pandang perempuan atas kisah cinta yang tak berjalan sesuai harapan.
Dirilis di bawah naungan MyMusic Records, lagu ini merupakan remake dari karya Cakra Khan. Namun di tangan Safira Zaza, “Salah Tapi Baik” berubah menjadi ruang pengakuan, tentang perasaan yang bertahan terlalu lama, tentang mengerti dan mengalah, dan tentang proses melepaskan dengan hati yang belum sepenuhnya pulih.
“Perempuan itu lebih mengedepankan perasaan, Dalam lagu ini, aku menempatkan diri sebagai sosok yang memahami bahwa tidak semua yang tampak salah selalu sepenuhnya buruk. Ada cinta yang hadir bukan untuk dimiliki, melainkan untuk memberi pelajaran”, kata Safira Zaza.

Di usia 26 tahun, Safira Zaza merasa lagu ini datang di fase hidup yang sangat relevan. “Salah Tapi Baik” ia maknai sebagai proses menjadi dewasa—belajar berbesar hati, menerima keadaan yang tak sesuai rencana, dan menyadari bahwa mencintai juga berarti tahu kapan harus berhenti.
Secara musikal, aransemen yang lebih lembut dengan sentuhan saksofon dan piano memperkuat nuansa batin seorang perempuan yang sedang berdialog dengan dirinya sendiri. Emosi dibangun perlahan, lalu mencapai klimaks di bagian reff terakhir tempat di mana unek-unek yang selama ini terpendam akhirnya dilepaskan. Bagi Safira Zaza, bagian ini bukan sekadar soal nada tinggi, melainkan keberanian untuk bersuara. Tegas, tapi tidak marah. Sedih, tapi tetap berkelas.
Lagu “Salah Tapi Baik” juga berbicara tentang realitas yang kerap dialami perempuan dalam hubungan: mengerti lebih dulu, mengalah lebih sering, demi menjaga semuanya tetap “baik-baik saja”. Padahal, ada luka yang pelan-pelan terakumulasi.
Lewat “Salah Tapi Baik”, Safira Zaza tidak menghakimi. Ia justru mengajak pendengar, terutama perempuan untuk jujur pada diri sendiri. Bahwa mencintai sesuatu yang salah tidak selalu buruk, tapi bertahan terlalu lama di dalamnya bisa menyakiti diri sendiri.
Bagi mereka yang sedang berada dalam hubungan tidak sehat, Safira Zaza menitipkan pesan lembut namun tegas: berani melihat diri sendiri dan menerima takdir, meski itu berarti harus melepaskan.

“Kadang Tuhan mengakhiri sesuatu bukan karena kita gagal mencintai, tapi karena kita sedang dilindungi,” ujar Safira Zaza.
Jika lagu ini adalah surat untuk perempuan di masa lalu, termasuk dirinya sendiri, Safira Zaza hanya ingin mengatakan terima kasih. Terima kasih karena sudah bertahan, meski dengan hati yang penuh luka.
“Salah Tapi Baik” akhirnya bukan sekadar lagu tentang cinta yang kandas. Ia adalah cerita tentang perempuan yang belajar mengikhlaskan, memilih dirinya sendiri, dan tumbuh menjadi lebih dewasa dengan pelan-pelan, tapi jujur.
“Salah Tapi Baik” versi Safira Zaza sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube MyMusic Records mulai tanggal 30 Januari 2026.
)**Cahyo/ Foto Ist.
