Tantri Kay dan Heddy Fortuna Ikuti Lomba Nyanyi di Jakarta, Menang atau Kalah Tak Jadi Batas untuk Terus Berkarya

Jakarta ! DelapanPlus.com –

Ajang lomba menyanyi bukan sekadar panggung kompetisi, melainkan ruang pembuktian mental, konsistensi, dan kecintaan terhadap musik. Hal itu tercermin dari langkah Tantri Kay bersama Heddy Fortuna yang mengikuti lomba menyanyi di Jakarta dengan satu prinsip utama: menang atau kalah bukan tujuan akhir, berkarya adalah jalan panjang yang harus terus ditempuh.

Di tengah atmosfer persaingan yang ketat, Tantri Kay tampil dengan keyakinan penuh. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam lomba tersebut didorong oleh kecintaan pada dunia musik, bukan semata mengejar gelar juara. Menurutnya, lomba menyanyi menuntut kesiapan fisik dan mental yang tidak ringan.

“Aku ikut lomba nyanyi karena hobi. Harus kuat, harus semangat, dan tidak boleh mudah goyah. Saingannya banyak, tapi aku tidak boleh gentar,” ujar Tantri Kay usai perlombaan di Jakarta.

Dukungan moril datang dari Heddy Fortuna yang setia mendampingi Tantri Kay selama proses lomba. Kebersamaan keduanya menjadi energi positif yang menguatkan di tengah dominasi peserta berpengalaman.

“Terima kasih untuk kakakku Heddy Fortuna yang selalu memberi dukungan,” ucap Tantri Kay dengan penuh apresiasi.

Sebagai musisi, Tantri Kay dan Heddy Fortuna menyadari bahwa dunia tarik suara menuntut proses panjang. Kemampuan vokal, penguasaan karakter lagu, serta kestabilan emosi di atas panggung menjadi aspek yang terus diasah.

Keduanya juga mengakui bahwa sebagian besar peserta yang dihadapi berasal dari kalangan senior dengan jam terbang tinggi.

“Lawan-lawan kami bagus dan sudah berpengalaman. Tapi kami tetap harus optimis,” kata Tantri Kay.

Ia menambahkan bahwa latihan intensif memang penting, namun pengalaman tampil langsung di hadapan juri dan penonton menghadirkan tekanan berbeda yang tidak bisa disimulasikan sepenuhnya.

“Latihan itu penting, tapi suasana panggung sangat berbeda. Di situlah mental benar-benar diuji,” ungkapnya.

Meski belum meraih hasil maksimal di tahap akhir lomba, Tantri Kay dan Heddy Fortuna tidak melihatnya sebagai kegagalan.

Bagi mereka, pengalaman tersebut adalah bagian dari proses pembelajaran untuk melangkah lebih matang di masa depan.

“Tidak apa-apa. Mungkin lain waktu kami bisa tampil lebih baik lagi,” tuturnya.

Menutup perjalanan lomba tersebut, keduanya sepakat untuk tetap konsisten berkarya, khususnya melalui lagu-lagu bernuansa rock dan pop yang menjadi identitas musikal mereka.

Mereka meyakini bahwa perjalanan di industri musik tidak ditentukan oleh satu panggung lomba, melainkan oleh keberanian untuk terus melangkah.

Sebab dalam dunia musik, pemenang sejati bukanlah mereka yang sekadar berdiri di podium, melainkan mereka yang tetap bernyanyi, berkarya, dan bertahan meski tepuk tangan telah usai.

)**Djunod / Foto Ist.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *