Jakarta (DelapanPlus) :
Awal tahun 2026 menjadi titik balik dalam kehidupan Andhara Early. Presenter, model, sekaligus aktris ini secara terbuka mengumumkan perceraiannya dengan Bugi Ramadhana setelah membina rumah tangga sejak 2011. Kabar tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya dan sontak menjadi perhatian publik.
Di tengah ramainya perbincangan, isu ekonomi disebut-sebut sebagai penyebab utama kandasnya pernikahan mereka. Namun Andhara Early memilih untuk meluruskan asumsi tersebut dengan tenang dan dewasa. Ia menegaskan bahwa masalah ekonomi bukanlah akar utama dari keputusan besar yang diambilnya.

Menurut Andhara, persoalan finansial adalah dinamika yang hampir selalu hadir dalam setiap rumah tangga. Bahkan keluarga dengan kondisi ekonomi mapan pun tidak luput dari fase naik turun. Karena itu, ia menilai tidak adil jika ekonomi dijadikan satu-satunya alasan berakhirnya sebuah pernikahan.
Andhara mengakui bahwa tekanan ekonomi memang memiliki dampak, tetapi bukan sebagai pemicu utama. Dampak tersebut lebih bersifat efek lanjutan, bukan sumber masalah yang berdiri sendiri. Baginya, keputusan berpisah diambil setelah mempertimbangkan kesehatan emosional dan ketenangan batin semua pihak yang terlibat.
Ia juga menyampaikan bahwa tujuan pernikahan adalah mencapai kehidupan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Ketika tujuan itu tak lagi terasa, memaksakan keadaan justru dinilai hanya akan melahirkan luka baru. Dalam kondisi seperti itu, berpisah dianggap sebagai jalan paling jujur dan sehat.
Terkait pembagian harta, Andhara memastikan tidak ada pembagian harta gana-gini dalam perceraian ini. Untuk hak asuh anak, diputuskan berada di bawah tanggung jawabnya karena anak-anak mereka masih di bawah umur. Meski demikian, komunikasi dan kesepakatan tetap dijaga dengan baik.
Soal nafkah, Andhara menegaskan bahwa mantan suaminya tetap menjalankan kewajibannya sesuai kesepakatan bersama. Ia memilih tidak merinci nominal, menegaskan bahwa yang terpenting adalah komitmen dan tanggung jawab tetap berjalan.
Disinggung mengenai perannya dalam membantu ekonomi keluarga, termasuk saat sang mantan suami sempat beralih dari pekerjaan dan membangun usaha, Andhara memandang hal tersebut sebagai bagian wajar dari dinamika rumah tangga. Saling membantu, menurutnya, adalah fondasi yang lumrah dalam sebuah pernikahan.
Perceraian ini bukan tentang siapa yang kalah atau menang, melainkan tentang keberanian memilih jalan yang paling jujur demi kesehatan jiwa dan masa depan anak-anak. Dan pada akhirnya, keputusan berpisah bukan selalu akhir dari segalanya, melainkan awal untuk kembali menemukan ketenangan yang sempat hilang.
Sebab mempertahankan yang rapuh hanya akan melukai lebih dalam, sementara melepaskan dengan sadar adalah bentuk keberanian yang paling matang.
Setiap perpisahan memiliki cerita, namun tidak semua berakhir dengan luka. Ada yang berakhir dengan kesadaran, dan dari sanalah ketenangan perlahan pulang.
)**Donz/ Foto Ist.
