Jakarta ! DelapanPlus.com –
Model dan penyanyi Annisa Queen menegaskan komitmennya untuk fokus berkarya di tahun ini dengan menyiapkan proyek film layar lebar dan lagu religi. Langkah ini menjadi titik balik perjalanan kariernya setelah memilih mengurangi aktivitas sosial yang dinilai tidak produktif.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Annisa kini tengah mempersiapkan film horor bertajuk Tanah Dayak, yang dijadwalkan mulai syuting pada 29 Maret di Kalimantan. Film ini mengangkat latar budaya dan konflik sosial yang kuat, termasuk peristiwa tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di Sampit.

Dalami Peran Istri Ketua Adat Dayak
Dalam film “Tanah Dayak”, Annisa dipercaya memerankan tokoh istri Ketua Adat Dayak yang dihormati di sebuah dusun. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok perempuan kuat yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah anaknya menjadi korban pembunuhan dalam konflik tragis.
Peran ini menuntut pendalaman emosi dan riset budaya yang intens. Annisa mengaku aktif berdiskusi dengan tim produksi untuk memahami karakter serta latar sosial yang melingkupi cerita.
“Saya benar-benar fokus mendalami karakter ini. Perannya berat, emosional, dan penuh pesan moral,” ujarnya saat ditemui di Jakarta.
Fokus Berkarya, Kurangi Aktivitas Sosial Tak Produktif
Seiring persiapan proyek film dan lagu religi, Annisa memilih membatasi kehadiran di berbagai acara sosialita. Ia menilai waktu adalah aset berharga yang harus dikelola secara bijak.
“Saat ini saya tidak punya waktu untuk kumpul yang tidak jelas tujuannya. Saya ingin belajar menghargai waktu dan mencintai diri sendiri lebih dulu,” ungkapnya.
Keputusan tersebut menjadi refleksi perjalanan hidupnya. Annisa mengaku banyak belajar dari pengalaman, termasuk memahami makna pertemanan yang tulus.
“Teman yang benar-benar ikhlas dan selalu ada itu hanya beberapa orang. Dari proses hidup, saya belajar untuk lebih selektif dan menikmati setiap langkah dengan penuh syukur,” tambahnya.
Ciptakan Lagu Religi Sambut Ramadan
Tidak hanya di dunia film, Annisa juga tengah fokus menciptakan lagu religi untuk menyambut bulan suci Ramadan. Baginya, karya religi bukan sekadar tren musiman, tetapi bentuk ekspresi spiritual yang lahir dari proses perenungan diri.
Momentum Ramadan juga akan dimanfaatkan untuk menggelar buka puasa bersama sebagai ajang silaturahmi dan berbagi energi positif.
“Alhamdulillah sekarang terasa lebih plong. Dunia ini sementara, jadi saya ingin mengisinya dengan hal yang lebih bermakna,” tuturnya.
Komitmen Berkarya dan Menata Masa Depan
Selain aktif di dunia hiburan, Annisa tetap menjalankan perannya dalam keluarga serta mengelola usaha kafe miliknya. Ia memastikan seluruh tanggung jawab berjalan seimbang dengan proyek kreatif yang tengah dipersiapkan.
Tahun ini menjadi fase penting bagi Annisa Queen untuk membuktikan konsistensi di industri hiburan Indonesia. Dengan persiapan matang, pendalaman karakter, serta karya lagu religi yang sedang digarap, ia optimistis mampu menghadirkan karya yang berkelas dan berkesan.
Langkah ini bukan sekadar strategi karier, tetapi bentuk kesadaran untuk bertumbuh, menghargai waktu, dan memperjuangkan kualitas hidup yang lebih bermakna. Ketika fokus, doa, dan kerja keras berjalan beriringan, maka setiap proses akan menemukan jalannya sendiri menuju hasil terbaik.
Pada akhirnya, Annisa Queen tidak hanya sedang menyiapkan film dan lagu, tetapi juga sedang menyiapkan versi terbaik dari dirinya—dan itulah karya paling kuat yang tak akan lekang oleh waktu.
Dengan dedikasi, kedewasaan, dan visi yang semakin tajam, Annisa Queen membuktikan bahwa fokus adalah kunci, dan tahun ini menjadi panggung pembuktian yang tak sekadar terlihat, tetapi terasa.
)**Djunod / Foto Ist.
