Delapanplus.com – Polemik video deepfake yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto secara manipulatif berbuntut laporan resmi ke Bareskrim Polri. Lembaga Asta Cita Kerakyatan Merah Putih pada Senin (17/11/2025) mendatangi Markas Besar Polri untuk melaporkan akun TikTok @dongengklasik, yang dianggap sebagai pembuat dan penyebar konten penghinaan tersebut.
Rombongan Asta Cita dipimpin Drs. H. Hasan Basri, S.H., M.H., dan diterima langsung penyidik Direktorat Siber. Dalam aduannya, mereka menyerahkan bukti video yang menampilkan Presiden Prabowo seolah-olah dikendalikan oleh mantan Presiden Joko Widodo. Konten berbasis AI itu viral sejak 14 November dan langsung menuai kecaman dari pendukung Prabowo di berbagai daerah.

Ditegaskan oleh Hasan Basri menegaskan bahwa video itu telah memicu kegaduhan dan menimbulkan keresahan publik. “Kami tidak akan tinggal diam. Setiap minggu kami akan datang ke Bareskrim untuk meminta perkembangan kasus ini,” katanya.
Selain itu Hasan Basri juga menuntut Bareskrim dan Komdigi segera mengungkap pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik pembuatan video tersebut.
Perkembangan teknologi generative AI yang makin mudah diakses disebut menjadi tantangan baru dalam penegakan hukum. Video manipulatif seperti deepfake berpotensi menimbulkan konflik sosial dan penyebaran hoaks berskala luas. Penyidik diperkirakan akan menggunakan forensik digital, pelacakan IP, serta analisis metadata untuk mengidentifikasi pelaku.

Hingga kini, pihak Polri maupun Komdigi belum mengumumkan hasil awal investigasi. Namun laporan ini mendapat perhatian nasional karena menyangkut nama kepala negara dan isu keamanan digital yang semakin krusial.
“Ini bukan hanya soal penghinaan, tetapi soal ancaman serius terhadap ruang siber Indonesia,” ujar Hasan Basri.
Asta Cita menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga pemilik akun dan penyebar konten tersebut ditetapkan sebagai pihak bertanggung jawab. (dongon)
