Jakarta (DelapanPlus) :
Perjalanan hidup tak selalu lurus, dan kisah Davina Celin menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar kerap datang dari titik terendah.
Mantan penyanyi dangdut ini kini memilih jalan hijrah setelah merasakan pahit-manis dunia hiburan yang dulu sempat terasa “enak banget”, namun berujung pada perubahan drastis yang menghantam ekonomi dan mentalnya.
Davina Celin pernah berada di panggung, menikmati sorotan, dan hidup dalam ritme yang cepat. Namun waktu berbicara jujur. Dampak panjang dari dunia yang ia jalani membuatnya mengambil keputusan besar: berhenti bernyanyi.

Bukan karena kehilangan suara, melainkan karena kehilangan dukungan. Banyak sahabat yang dulu ada, perlahan menghilang. Rasa miris pun tak terelakkan ketika empati tak lagi datang saat ia membutuhkan.
Alasan Davina Celin mundur dari dunia tarik suara bukan sekadar pilihan karier, tetapi panggilan nurani. Ia mengaku sering ditipu, bahkan oleh orang-orang terdekat.
Kepercayaan runtuh, dukungan menyusut, dan keadaan ekonomi semakin sulit. Dalam kondisi seperti itu, Davina memilih bertahan dengan cara yang sederhana namun bermakna: membangun usaha kecil yang halal.
Kini, Davina Celin menjalani hari dengan berjualan makanan kecil. Untungnya tak besar, tetapi cukup untuk makan dan memenuhi kebutuhan hidup.
Prinsipnya satu: halal, jujur, dan tenang. Di tengah perjuangan itu, ujian kembali datang. Satu-satunya kendaraan yang ia miliki—sebuah mobil—ikut raib karena penipuan.
Meski sakit, Davina masih menyimpan harapan agar orang yang membawanya kembali berniat baik.
Saat diwawancarai jurnalis, Davina tak menutupi kesedihannya. Ia bingung harus melapor ke mana karena keterbatasan biaya.
Ketakutan akan proses panjang dan mahal membuatnya memilih bertahan, sambil berharap keadilan menemukan jalannya sendiri. Di titik ini, Davina Celin belajar bahwa kuat bukan berarti tak menangis, tetapi tetap melangkah meski hati remuk.
Kisah Davina Celin bukan sekadar cerita jatuh bangun seorang mantan penyanyi dangdut. Ini adalah potret hijrah, keteguhan, dan keberanian memilih hidup yang lebih bersih meski serba terbatas.
Dari panggung ke dapur usaha kecil, dari gemerlap ke kesederhanaan, Davina mengajarkan bahwa nilai hidup tak diukur dari sorotan, melainkan dari kejujuran langkah.
Ketika dunia menjauh dan kepercayaan dikhianati, Davina Celin memilih berdiri di atas keikhlasan—dan di sanalah kekuatan sejati lahir, terenginas namun mantap, menyisakan harap yang tak pernah padam.
Semoga kisah ini menjadi pengingat bahwa perubahan adalah keberanian, dan rezeki yang halal selalu menemukan jalannya bagi mereka yang bertahan dengan niat baik.
)***Donz/ Foto. Ist
