Jakarta ! DelapanPlus.com –
Suasana hangat dan penuh kedekatan terasa kuat dalam acara nonton bareng (nobar) Gala Premiere film Waru yang digelar di Jakarta. Kehadiran Robby Bo, Sabiha Syarif, dan Herdi Khiladi menjadi magnet tersendiri yang mempertegas nuansa kebersamaan dalam momen spesial tersebut.
Acara ini tidak sekadar menjadi ajang pemutaran perdana film Waru, tetapi juga ruang silaturahmi yang sarat makna bagi para pelaku industri kreatif, sahabat lama, serta rekan kerja yang hadir. Kedekatan emosional para undangan tampak menyatu dengan atmosfer hangat yang menyelimuti lokasi acara di jantung Ibu Kota.

Film Waru mendapat apresiasi positif dari para tamu undangan. Kualitas visual yang nyaman, pengambilan gambar yang rapi, serta alur cerita yang mengalir dinilai mampu menghadirkan pengalaman menonton yang berkesan. Hal ini memperkuat optimisme bahwa film tersebut memiliki daya tarik kuat untuk penonton Indonesia.
Sebelum pemutaran film dimulai, Robby Bo terlihat berbincang akrab bersama Herdi Khiladi dan Sabiha Syarif. Percakapan ringan yang dibalut tawa mencerminkan hubungan persahabatan yang terjaga, sekaligus menegaskan bahwa gala premiere ini menjadi ruang temu yang penuh nilai kebersamaan.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya soal menonton film, tetapi juga tentang menjaga silaturahmi dengan teman-teman lama,” ujar Robby Bo di sela-sela acara.

Para undangan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dewi Amanda selaku pihak yang mengundang mereka dalam Gala Premiere film Waru. Harapan besar disematkan agar film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas dan memberi kontribusi positif bagi perkembangan industri perfilman nasional.
Melalui momen tersebut, Robby Bo, Herdi Khiladi, dan Sabiha Syarif turut mengingatkan pentingnya menjaga persahabatan selama masih diberi kesempatan untuk berkumpul, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan bermakna.
Gala Premiere film Waru di Jakarta pun menjadi lebih dari sekadar pemutaran perdana, karena di dalamnya terjalin rasa, harapan, dan kebersamaan yang menegaskan bahwa film bukan hanya karya visual, melainkan juga jembatan yang menyatukan manusia dalam satu cerita yang layak dikenang dan diperjuangkan hingga layar terakhir menyala gelap.
)**Djunod / Foto Ist
