Hadirkan Gerakan Ayah Teladan, DKI Jakarta Teguhkan Komitmen Penguatan Keluarga

Jakarta (DelapanPlus) :

Suasana hangat memenuhi Gelanggang Remaja Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 22 November 2025. Ratusan peserta dari berbagai kalangan hadir dalam Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja, sebuah agenda resmi yang digelar untuk memperkuat literasi keluarga, kesehatan reproduksi, hingga pendampingan lintas usia di Provinsi DKI Jakarta.

Acara ini turut dihadiri oleh Surya Utama, S.I.P, Anggota Komisi IX DPR RI; dr. Mataram Endra Widagda, Penata Kependudukan dan KB Ahli Madya Kemendukbangga/BKKBN; Nurdini Wahyuningsih, Ketua Sub Kelompok Penduduk DPPAPP DKI Jakarta; serta Drs. Bambang Kristianto, MM, Kasi PPKB Sudin PPAPP Jakarta Pusat. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperkuat arah pembangunan keluarga yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, dr. Mataram Endra Widagda menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga tidak hanya bertumpu pada peran ibu. Laki-laki—sebagai suami dan ayah—memegang peran strategis yang tidak dapat diabaikan.

Salah satu dari lima quick win Bangga Kencana yang disorot adalah Gerakan Ayah Teladan (GATI). Gerakan ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

GATI menekankan tindakan nyata seperti: Ayah aktif mencari informasi tentang kesehatan reproduksi, Menjaga kesehatan diri (tidak merokok, tidak mabuk, setia pada pasangan), dan Peduli pada kesehatan reproduksi keluarga dan lingkungan.

Menurut beliau, peran ayah sangat penting di tengah angka pernikahan anak yang masih tinggi di Indonesia. Dengan edukasi yang tepat, risiko-risiko sosial dan kesehatan dapat dicegah sejak dini.

Ia juga menyoroti pentingnya KB Pasca Persalinan (KBPP). Banyak ayah yang belum mendapat paparan informasi terkait ini, sehingga kehamilan tidak terencana masih sering terjadi. Edukasi yang berimbang menjadi kunci untuk menutup celah tersebut.

Pendekatan Siklus Hidup: DPPAPP Menguatkan Pendampingan Keluarga

Oleh karenanya, melanjutkan paparannya, Nurdini Wahyuningsih kembali menegaskan bahwa pendampingan keluarga di DKI Jakarta dilaksanakan berdasarkan pendekatan siklus hidup, mulai dari bayi hingga lansia. Dimana setiap tahap memiliki program khusus yang dirancang untuk menjamin kualitas hidup masyarakatnya.

Beberapa program unggulan yang dipaparkan antara lain: Usia Remaja menyangkut Bina Ketahanan Remaja (BKR) dan Generasi Berencana (GENRE) sebagai kader remaja yang mengedepankan perilaku sehat dan berdaya.

Berikutnya, Calon Pengantin (Catin) dimana pentingnya Pendampingan kesehatan reproduksi, Kesiapan menikah secara umur, biologis, dan mental, serta Edukasi agar siap menjadi orang tua yang mampu mencegah stunting.

Selanjutnya, Keluarga dimana pentingnya Penguatan kesehatan ibu dan anak, serta Edukasi kehamilan sehat dan perawatan keluarga.

Terakhir Ibu Melahirkan, menyangkut Bina Keluarga Balita, yakni memantau tumbuh kembang bayi secara berkala dan Lansia lewat Bina Ketahanan Lansia dan Sekolah lansia, senam lansia, dan pemeriksaan kesehatan berkala.

Selain itu, DPPAPP menyediakan layanan konseling keluarga yang bisa diakses oleh masyarakat. Untuk remaja, tersedia juga layanan konseling khusus yang difasilitasi tenaga profesional.

Sosialisasi Bangga Kencana di Johar Baru bukan sekadar forum diskusi. Ia menghadirkan gairah baru tentang bagaimana peran keluarga dapat ditingkatkan melalui informasi yang tepat, pendampingan yang konkret, dan kepedulian yang tumbuh dari setiap anggota keluarga, khususnya ayah.

Gerakan Ayah Teladan, edukasi siklus hidup, hingga layanan konseling menjadi bukti bahwa pembangunan keluarga adalah proses yang berjalan bersama—bukan sendiri.

Pada akhirnya, acara ini menjadi cermin bahwa masa depan bangsa bertumbuh dari keluarga yang sadar, siap, dan saling menguatkan.

)**Yuri / Foto Istimewa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *