Foto Inggit A Wulan Delapanplus.com

Delapanplus.com – Penyanyi Inggit A Wulan menceritakan kesulitan dan perjalanan yang sangat panjang untuk membuat lagu perdananya berjudul ‘Bulan‘.

Ia mengaku Lagu ini bukan sekadar untaian nada, melainkan kisah nyata yang ditulis sepulang dari ibadah umrah, diiringi tetesan air mata, sebagai bentuk refleksi luka sekaligus kebangkitan.

Foto Jurnalis Delapanplus / Doni

Diketahui, Inggit terus berusaha untuk menjadi penyanyi profesional, ia mengolah vokalnya di Farabi Music School milik maestro Dwiki Darmawan.

Inggit menyanyikan lagu perdananya dengan penuh penghayatan, ia mempersembahkan single perdana berjudul “Bulan”, dihadapan guru vokalnya Ita Purnamasari dan disaksikan oleh beberapa murid didikan Farabi Music.

Single “Bulan” bukan hanya lagu, melainkan pesan motivasi tentang kebangkitan, refleksi diri, dan harapan di tengah kegelapan. Inggit menghadirkan energi baru bagi dunia musik Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Farabi Music School adalah rumah kreatif yang melahirkan musisi berkarakter dan penuh jiwa.

Dari Margin Coffee Jakarta Selatan, suara Inggit A.Wulan lewat single Bulan bergema, menyinari hati banyak orang. Seperti bulan di langit malam, musik yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan jalannya—menyapa, menguatkan, dan tak pernah padam.

Sementara itu, Ita Purnamasari, penyanyi senior sekaligus memberikan apresiasi tulus untuk penampilan Inggit.

“Musiknya easy listening, enak didengar, dan Inggit membawakannya sepenuh hati. Lagu ‘Bulan’ singkat, tapi wow! Aku yakin ini bisa diterima pecinta musik Indonesia,” kata Ita Purnamasari dengan penuh semangat.

Menurut Ita, Inggit sudah menunjukkan kualitas profesional, namun tetap rendah hati untuk terus belajar.

“Farabi selalu mengajarkan bahwa bakat saja tidak cukup. Kemampuan harus terus diasah, dan Inggit membuktikannya. Ia luar biasa, dan aku percaya ia akan menjadi sesuatu di dunia musik Indonesia,” ujarnya.

Acara ini menjadi bukti bahwa Farabi Try Out Performance Vocal bukan sekadar ruang uji coba, melainkan wadah nyata untuk melahirkan musisi baru dengan karya autentik.

Bulan ini hadir untuk orang-orang yang berada dalam kegelapan. Lagu ini hadiah dari Allah, semoga bisa menjadi motivasi bagi siapa pun yang mendengarnya,” ungkap Inggit dengan penuh rasa syukur.

Tak hanya menyanyi, Inggit A Wulan juga menegaskan bahwa di Farabi, para murid tidak sekadar belajar olah vokal, tetapi juga ditempa dalam berbagai kemampuan seni musik. Baginya, Farabi adalah rumah yang menumbuhkan semangat, kebersamaan, dan motivasi, bahkan bagi siapa saja tanpa mengenal usia.

By Redaksi

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *