Jakarta ! DelapanPlus.com –
Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari. Umat Muslim di seluruh Indonesia bersiap menyambut momentum penuh berkah ini dengan persiapan spiritual dan sosial yang semakin menguat dari waktu ke waktu. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan silaturahmi kembali menjadi fondasi utama dalam menyongsong Ramadhan ini.
Di tengah atmosfer penuh harap tersebut, Romie Aditya menyatakan kesiapannya untuk menggelar aksi berbagi takjil kepada masyarakat di Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan sosial ini direncanakan berlangsung selama bulan Ramadhan sebagai wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.

Sosok Pekerja yang Konsisten Menjaga Silaturahmi
Romie Aditya dikenal sebagai pribadi yang aktif dan produktif dalam kesehariannya. Di sela kesibukannya sebagai pekerja, ia tetap meluangkan waktu untuk membangun komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan serta lingkungan sekitarnya. Baginya, silaturahmi bukan sekadar tradisi, tetapi kebutuhan sosial yang memperkuat persaudaraan.
“InsyaAllah bulan suci adalah bulan yang baik. Kita niatkan untuk berbagi takjil dan terus mempererat persaudaraan,” ujar Romie saat ditemui di Jakarta.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen yang sederhana namun bermakna. Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang serba cepat, menjaga kedekatan emosional menjadi nilai yang semakin relevan. Ramadhan hadir sebagai ruang refleksi sekaligus momentum memperbaiki hubungan antarsesama.
Aksi Berbagi Takjil: Lebih dari Sekadar Makanan Berbuka
Kegiatan berbagi takjil yang akan digagas Romie tidak hanya berorientasi pada pembagian makanan berbuka puasa. Lebih dari itu, aksi ini diharapkan menjadi jembatan kebersamaan antara berbagai lapisan masyarakat. Takjil menjadi simbol kepedulian. Silaturahmi menjadi tujuan utama.
Ramadhan selalu identik dengan peningkatan ibadah, solidaritas sosial, dan semangat gotong royong. Dalam konteks tersebut, berbagi takjil menjadi bentuk kontribusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Nilai keberkahan tidak hanya terletak pada apa yang diberikan, tetapi pada niat tulus dan doa yang menyertainya.
Romie pun menyampaikan pesan optimisme kepada masyarakat menjelang Ramadhan.
“Jangan pernah berkecil hati. Perbanyak doa. InsyaAllah kita semua diberikan kesehatan dan rezeki yang lancar di bulan Ramadhan nanti,” pesannya.
Ramadhan, Silaturahmi, dan Harapan Baru
Menjelang Ramadhan, berbagai elemen masyarakat mulai menghidupkan kembali semangat kebersamaan. Aksi sosial seperti berbagi takjil menjadi refleksi bahwa nilai empati tetap tumbuh di tengah tantangan zaman. Kehadiran individu yang berinisiatif melakukan kebaikan menghadirkan harapan baru di ruang-ruang sosial perkotaan.
Dengan niat yang kuat dan langkah yang konsisten, kegiatan berbagi takjil yang dipersiapkan Romie Aditya diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan rasa peduli, dan menghadirkan energi positif bagi masyarakat sekitar.
Pada akhirnya, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah tentang menahan ego, memperluas empati, dan menguatkan silaturahmi.
Ketika niat baik disatukan dengan tindakan nyata, maka keberkahan tidak hanya terasa secara pribadi, tetapi juga mengalir luas ke lingkungan sekitar—menggema, menginspirasi, dan meninggalkan jejak kebaikan yang tak mudah dilupakan.
Semoga setiap langkah kebaikan yang dimulai hari ini menjadi cahaya yang menerangi perjalanan esok, dan Ramadhan kali ini benar-benar menjadi titik balik menuju pribadi yang lebih peduli, lebih kuat, dan lebih bermakna.
)**Djunod / Tjoek/ Foto Ist.
