Jakarta ! DelapanPlus.com –
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, nama Sabiha Syarief perlahan dikenal sebagai sosok perempuan muda yang konsisten bergerak dalam kegiatan kajian keislaman dan santunan anak yatim. Aktivitas sosial tersebut ia jalani dengan ketulusan, meski harus berhadapan dengan keterbatasan hidup dan tantangan pribadi yang tidak ringan.
Sejak usia muda, Sabiha menunjukkan kepedulian tinggi terhadap dunia dakwah dan kegiatan sosial berbasis kemanusiaan. Ia aktif mengikuti serta menginisiasi kajian keagamaan yang terbuka bagi berbagai kalangan. Baginya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai moral dan empati sosial.
“Intinya kita harus bisa memberi, bukan meminta,” ujar Sabiha saat ditemui di sela kegiatan sosialnya. Prinsip tersebut menjadi fondasi hidup yang terus ia pegang dalam menjalani peran sebagai perempuan, ibu, dan anggota masyarakat.

Bertahan dan Bergerak di Tengah Tantangan Hidup
Dalam perjalanannya, Sabiha kerap menyaksikan realitas pahit yang dialami banyak perempuan. Minimnya perhatian, tekanan sosial, dan kondisi ekonomi sering kali membuat perempuan berada pada posisi yang lemah. Situasi tersebut sempat membuatnya merasa terpinggirkan, namun tidak memadamkan semangat juangnya.
Sabiha memilih bertahan dan terus bergerak. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbuat baik. Fokus utamanya adalah tetap kuat demi masa depan anak-anaknya dan tetap bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“Perjuangan hidup itu proses. Dari situlah kita belajar menjadi lebih kuat,” tuturnya.
Identitas yang Menguatkan, Bukan Membatasi
Menanggapi anggapan publik mengenai latar belakang keturunan, Sabiha meluruskan bahwa dirinya berasal dari keluarga Betawi-Sunda. Ia menilai identitas budaya bukan sekat, melainkan kekayaan yang memperluas cara pandang dan mempererat hubungan sosial.
Dengan nilai-nilai tersebut, Sabiha terus menanamkan keyakinan bahwa usaha, doa, dan ketekunan adalah kunci untuk membuka jalan kehidupan yang lebih baik.
“Kalau kita mau berusaha dan terus melangkah, insyaallah selalu ada jalan,” ujarnya.
Komitmen Sosial yang Terus Diperjuangkan
Ke depan, Sabiha Syarief berkomitmen untuk mengembangkan program kajian keislaman yang inklusif serta memperluas kegiatan santunan anak yatim yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia ingin menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu berdiri mandiri, berdaya, dan memberi dampak sosial yang luas.
Perjuangan Sabiha Syarief bukan tentang popularitas, melainkan tentang keteguhan hati dalam memberi. Di saat banyak orang memilih menyerah, ia memilih melangkah. Di saat keadaan menekan, ia memilih berbagi. Dan dari sanalah lahir makna perjuangan yang sesungguhnya—sunyi, konsisten, dan meninggalkan jejak kebaikan yang nyata.
Sebab pada akhirnya, mereka yang paling kuat bukan yang paling terdengar, melainkan yang paling banyak memberi dalam diam.
)**Djunod / Foto Ist.
