Perjuangan Tantri Kay: Tetap Bernyanyi Demi Anak dan Asa Musisi Indonesia

Jakarta ! Delapanplus.com –

Di tengah meredupnya panggilan manggung di kafe-kafe Jakarta, semangat Tantri Kay untuk terus bernyanyi tetap menyala. Penyanyi yang dikenal aktif di berbagai acara ini memilih bertahan di jalur musik, bukan sekadar demi eksistensi, melainkan demi tanggung jawab hidup dan masa depan anak-anaknya.

Bagi Tantri Kay, dunia tarik suara adalah perjalanan panjang yang menuntut disiplin, teknik vokal yang matang, serta mental yang kokoh. Industri musik tidak selalu ramah, namun kecintaannya pada seni bernyanyi membuatnya terus melangkah meski peluang tampil tak seramai dulu.

“Bernyanyi itu tidak mudah. Harus menguasai teknik dan nada tinggi. Tapi karena saya sangat mencintai dunia ini, semua tantangan saya jalani dengan ikhlas,” ujar Tantri Kay saat ditemui di Jakarta.

Selama ini, Tantri Kay masih aktif mengisi panggung-panggung kafe ketika ada tawaran pekerjaan. Di tengah kondisi yang sedang sepi, ia tetap berproses dengan membuka peluang baru, termasuk menciptakan lagu sendiri sebagai bentuk keseriusan dalam bermusik.

Bernyanyi bagi Tantri Kay bukan sekadar hobi. Musik telah menjadi napas perjuangan hidup yang mengajarkannya tentang ketekunan dan kesabaran. Ia berharap konsistensinya dapat menjadi contoh nyata bagi generasi musisi muda Indonesia agar tidak mudah menyerah menghadapi kerasnya industri kreatif.

Dukungan dari rekan dan lingkungan sekitar menjadi energi yang menguatkan langkahnya. Dorongan moral tersebut membuat Tantri Kay terus percaya bahwa kerja keras dan kejujuran dalam berkarya akan menemukan jalannya sendiri.

“Teman-teman selalu mendukung saya. Itu yang membuat saya tetap kuat dan optimis. Saya percaya akan selalu ada peluang, entah itu manggung atau menciptakan karya baru,” tambahnya.

Nama Tantri Kay kini telah menjadi identitas yang melekat di berbagai acara. Identitas tersebut tidak hanya membangun kepercayaan diri, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai penyanyi yang konsisten dan tidak mudah goyah oleh keadaan.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Tantri Kay memilih untuk tidak berhenti bernyanyi. Sebab baginya, musik bukan sekadar panggung dan tepuk tangan, melainkan jalan hidup yang ia pertahankan dengan harga diri, cinta, dan keyakinan penuh—bahwa harapan selalu lahir dari mereka yang tidak pernah menyerah.

)**Djunod/ Foto Ist.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *