Categories Entertainment Event News

Ramadhan 1447 H, Intan Louis Tetap Pilih Optimistis, Produktif, dan Konsisten Menebar Kebaikan

Jakarta.! Delapanplus.com –

Indahnya berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum penuh makna bagi Intan Louis. Di tengah kondisi jadwal syuting yang sedang berkurang, ia memilih tetap optimistis, produktif, dan konsisten menebar kebaikan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai publik figur sekaligus ibu tunggal, Ramadhan tahun ini diakui Intan terasa berbeda. Aktivitas syuting yang biasanya padat kini tidak seintens sebelumnya. Namun, situasi tersebut tidak ia jadikan alasan untuk berhenti berkarya atau larut dalam keadaan.

Setiap Jumat selama bulan Ramadhan, Intan rutin menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Ia turun langsung dalam proses distribusi bantuan sebagai bentuk kepedulian nyata, bukan sekadar simbolis.

“Walaupun sedang tidak ada kegiatan syuting, saya tetap ingin melakukan hal-hal baik. Ramadhan adalah momen yang tepat untuk berbagi,” ujarnya kepada Tim Delapanplus.com.

Konsisten Berbagi di Jakarta dan Sekitarnya

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya sepanjang bulan Ramadhan. Kehadiran Intan di tengah masyarakat menghadirkan kedekatan emosional yang hangat.

Ia tidak hanya memberi secara materi, tetapi juga menyapa, mendengar, dan menguatkan.

Langkah ini mencerminkan bahwa berbagi bukan sekadar aktivitas musiman. Berbagi adalah wujud rasa syukur dan bentuk ibadah sosial yang memberikan ketenangan batin.

Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, kepedulian sosial menjadi nilai yang semakin relevan.

Prioritas Keluarga, Sumber Kekuatan Seorang Ibu

Berkurangnya pekerjaan di dunia hiburan ia maknai sebagai bagian dari rencana Tuhan. Menurutnya, fase ini justru memberi ruang lebih luas untuk fokus pada keluarga, terutama anak-anak yang menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Sebagai single mom, Intan menjalani peran ganda dengan tanggung jawab dan kemandirian. Ia menegaskan bahwa anak-anak adalah sumber semangat yang tidak pernah padam.

“Anak-anak adalah penyemangat saya. Walaupun pekerjaan sedang sepi, saya tetap harus kuat dan terus berusaha demi mereka,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Pernyataan tersebut menunjukkan keteguhan seorang perempuan yang memilih bangkit, bukan mengeluh. Dalam setiap keterbatasan, selalu ada ruang untuk bertumbuh.

Optimisme di Bulan Suci Ramadhan

Alih-alih terjebak dalam kesedihan, Intan melihat kondisi ini sebagai momentum refleksi dan perbaikan diri. Ia percaya setiap ujian memiliki hikmah dan jalan keluar. Ramadhan menjadi penguat spiritual sekaligus pengingat bahwa rezeki datang dalam berbagai bentuk.

Ia terus berdoa dan berikhtiar agar ke depan kariernya kembali berjalan lancar. Semangat untuk berkarya tetap menyala. Keyakinan bahwa setiap proses memiliki waktu terbaik menjadi pegangan dalam melangkah.

Kisah Intan Louis menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbagi. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah tentang memperkuat kesabaran, memperdalam keikhlasan, serta menumbuhkan optimisme dalam setiap langkah kehidupan.

Pada akhirnya, di tengah sunyinya panggung hiburan, justru panggung kemanusiaan yang ia pilih untuk bersinar. Dan dari sanalah cahaya kebaikan itu terpancar, mengingatkan kita bahwa rezeki terbaik bukan selalu tentang pekerjaan yang ramai, melainkan tentang hati yang tetap hidup untuk memberi.

Ramadhan mengajarkan satu hal yang pasti: ketika tangan memberi, hati tak pernah merasa sepi.

)**Djunod / Tjoek / Foto Ist.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *