Single Mentari Jadi Kolaborasi Emosional Yanzine

Jakarta ! Delapanplus.com –

Perjalanan sebuah lagu terkadang tidak selalu berjalan cepat. Ada karya yang membutuhkan waktu panjang sebelum akhirnya menemukan bentuk dan momentum yang tepat. Hal inilah yang terjadi pada single “Mentari”, karya terbaru dari komposer dan arranger Yanzine yang kini resmi diperkenalkan kepada publik dalam balutan aransemen akustik.

“Mentari” sejatinya bukan lagu baru sepenuhnya. Lagu ini pertama kali ditulis pada 2017 oleh Yanzine bersama Deden Daelami. Pada masa itu, keduanya hanya sempat membuat versi guide sebagai gambaran awal aransemen, sebelum proyek tersebut tertunda tanpa kelanjutan produksi.

Hampir sembilan tahun kemudian, Yanzine kembali membuka materi lama tersebut dan melihat potensi emosional yang masih relevan. Ia kemudian memutuskan mengaransemen ulang lagu ini dengan pendekatan yang lebih sederhana namun matang secara musikal.

Single Mentari Jadi Kolaborasi Emosional Yanzine

Versi terbaru “Mentari” hadir dalam format akustik yang menonjolkan nuansa hangat dan personal. Proses rekaman dilakukan di All’s Syndicate Studio, menghadirkan atmosfer produksi yang organik dan minim lapisan instrumen.

Dalam proyek ini, Yanzine menggandeng vokalis Yanda Adi sebagai interpretator utama lagu. Karakter vokal Yanda yang lembut dan emosional dinilai mampu menerjemahkan pesan lagu secara lebih dalam.

Kolaborasi ini juga melibatkan musisi komunitas Priuk, termasuk Ncek atau Rezha Saputra, yang turut memberi warna dalam proses kreatif. Keterlibatan musisi lokal tersebut memperkuat identitas independen yang ingin dihadirkan dalam karya ini.

Secara tematik, “Mentari” mengangkat kisah tentang kesepian akibat kehilangan sosok yang berarti. Lirik pada bagian awal menggambarkan ruang emosional yang gelap, di mana kehadiran seseorang menjadi sumber cahaya yang hilang.

Metafora mentari digunakan sebagai simbol harapan, sesuatu yang mungkin tak selalu terlihat, namun tetap diyakini akan kembali hadir. Repetisi pada bagian chorus memperkuat rasa rindu sekaligus penerimaan terhadap cobaan hidup.

Single Mentari Jadi Kolaborasi Emosional Yanzine

Pendekatan lirik yang sederhana membuat pesan lagu terasa universal, mudah dipahami, dan dekat dengan pengalaman banyak pendengar. Sebagai langkah awal distribusi, Yanzine dan Yanda Adi memilih merilis “Mentari” dalam bentuk video lirik di YouTube. Strategi ini dilakukan untuk membangun koneksi langsung dengan audiens sekaligus mengukur respons pasar secara organik.

Respons yang muncul terbilang positif. Pendengar menilai lagu ini memiliki kekuatan pada kesederhanaan aransemen serta kedalaman emosi yang terasa autentik.

Rilisnya “Mentari” menandai babak baru bagi lagu yang sempat tertunda selama bertahun-tahun. Lebih dari sekadar rilisan musik, karya ini menjadi bukti bahwa ide kreatif tidak pernah benar-benar usang, ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali bersinar.

Melalui kolaborasi lintas waktu dan ruang kreatif, Yanzine bersama Yanda Adi menghadirkan “Mentari” sebagai karya reflektif yang merayakan proses, kenangan, dan harapan yang terus hidup dalam musik.

)**cahyo/ Foto Ist.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *