Categories Entertainment

‘Sok Sahur’ Refleksi Puasa Ramadan ala Asep AS

Jakarta ! Delapanplus.com –

Di tengah sunyi dini hari Ramadan 1447 H, penyanyi dangdut jebolan ajang Pantura Asep AS berdiri di depan mikrofon studio. Waktu menunjukkan sekitar pukul 02.30 WIB, jam ketika sebagian orang menyiapkan sahur, menata niat, dan berharap puasanya hari itu berjalan lebih kuat dari hari sebelumnya. Di saat itulah pemilik nama lengkap Asep Arya Sentanu menjalani take vokal single terbarunya, Sok Sahur di Alls Syndicate Studio kawasan Koja, Jakarta Utara

Lagu ciptaan rERe Nazaruddin dengan aransemen musik Lukman Hakim Almazs lahir dari suasana Ramadan yang akrab, yaitu niat yang tulus, semangat sahur, doa yang panjang selepas Subuh, lalu godaan yang datang perlahan ketika matahari naik. Dalam proses rekaman, Asep AS tidak sekadar menyanyikan lirik, tetapi meresapi cerita yang terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang yang berpuasa.

Sok Sahur, Refleksi Puasa Ramadan ala Asep AS

Sejak bait awal, lagu ini mengajak pendengar bercermin. Tentang niat yang diucapkan karena Tuhan, namun diuji oleh kebiasaan kecil melihat jam berkali-kali, berharap waktu berbuka datang lebih cepat. Bukan untuk menghakimi, melainkan menggambarkan betapa rapuhnya manusia saat lapar dan haus bertemu dengan godaan.

Proses take vokal dilakukan tanpa pendingin ruangan, agar Asep AS bisa menyatu dengan rasa dan emosi lagu. Dalam kondisi itu, setiap kalimat yang dilantunkan terasa lebih jujur. Terutama pada bagian reff yang menyebut bahwa iman sering kali diuji oleh hal paling sederhana, yaitu perut dan rasa haus.

Namun inti refleksi lagu ini justru muncul di bagian tengah. “Puasa bukan cuma menahan lapar dan dahaga,” menjadi pesan yang terasa kuat. Puasa juga tentang menahan diri dari alasan-alasan yang sering kita buat untuk membenarkan kelemahan. Tentang keberanian mengakui bahwa kita belum sempurna, dan bahwa perjuangan melawan diri sendiri adalah bagian dari ibadah.

Sok Sahur, Refleksi Puasa Ramadan ala Asep AS

Diakui oleh Asep AS, bahwa saat menyanyikan bagian tersebut, ia merasa sedang berbicara pada dirinya sendiri. Lagu ini bukan kisah tentang orang lain, melainkan tentang manusia pada umumnya yang ingin taat, namun masih belajar konsisten.

Dalam tradisi Ramadan, refleksi adalah bagian penting dari ibadah. Bukan hanya memperbanyak ritual, tetapi juga memperhalus kejujuran batin. “Sok Sahur” hadir sebagai pengingat ringan bahwa puasa bukan soal pencitraan, bukan pula soal terlihat kuat di hadapan orang lain, melainkan tentang keikhlasan menjaga niat ketika tak ada yang melihat.

Dengan balutan musik dangdut koplo yang ceria, pesan religi dalam lagu ini justru terasa lebih membumi. Ia tidak datang dengan nada ceramah, melainkan dengan senyum kecil dan tawa tipis sebelum akhirnya menyentuh kesadaran.

Sok Sahur, Refleksi Puasa Ramadan ala Asep AS

Di bulan Ramadan 1447 H, “Sok Sahur” menjadi pengingat sederhana, bahwa jatuh bangun dalam berpuasa adalah hal manusiawi. Yang terpenting bukan seberapa sering kita tergoda, tetapi seberapa jujur kita kembali pada niat, setiap hari, sejak sahur hingga waktu berbuka.

)**Cahyo; foto tcs

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *