Sosialisasi Program Bangga Kencana di DKI Jakarta: Menguatkan Keluarga, Menggerakkan Harapan Baru

Jakarta (DelapanPlus) :

Suasana hangat memenuhi Aula Masjid Tangkuban Perahu, Kecamatan Setiabudi, ketika ratusan peserta hadir dalam Sosialisasi Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja di Provinsi DKI Jakarta, pada 13 November 2025. Kegiatan ini menjadi titik penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat kualitas keluarga, pengendalian penduduk, serta mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Acara ini dihadiri oleh tokoh lintas instansi, mulai dari Surya Utama, S.I.P., Anggota Komisi IX DPR RI, Yuda Ganda Putra, S.IP., MM., Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, Leny Yunengsih selaku Kabid Pengendalian Penduduk dan KB DPPAPP Provinsi DKI Jakarta, hingga Rizky Hamid, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan.

Mereka hadir membawa satu semangat: membangun generasi yang sehat, berdaya, dan terlindungi.

Komitmen Bersama: Bangga Kencana sebagai Pilar Keluarga Indonesia

Dalam pemaparannya, Yuda Ganda Putra S.I.P., MM menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas program, tetapi bagian dari misi besar Kemendukbangga/BKKBN dalam menguatkan sumber daya manusia dan pemerataan kesejahteraan.

Beliau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk dukungan Uya Kuya sebagai mitra Komisi IX, serta pemerintah daerah yang ikut memastikan kelancaran acara.

“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah bentuk nyata dukungan terhadap transformasi BKKBN menjadi kementerian. Kami bekerja dengan cakupan yang lebih luas, mulai dari pengendalian penduduk hingga pelayanan keluarga berencana. Semua ini bermuara pada satu tujuan: memperbaiki kualitas hidup keluarga Indonesia,” tegasnya.

Yuda menekankan pentingnya 8 fungsi keluarga—agama, sosial, pendidikan, reproduksi, ekonomi, perlindungan, dan lainnya—yang kini dikuatkan melalui program Bangga Kencana.

Asta Cita, 7 Metode Kontrasepsi, dan Quick Wins: Fondasi Keluarga Sehat

Dalam penjelasannya, Yuda menyoroti bagaimana Kemendukbangga mengelola pembangunan kependudukan, termasuk pemerataan penduduk, layanan KB, hingga penguatan keluarga melalui 7 alat dan metode kontrasepsi.

Semua diarahkan untuk menekan Total Fertility Rate (TFR) dan meningkatkan kualitas penduduk melalui kesehatan, pendidikan, serta ekonomi.

Kemendukbangga juga menghadirkan lima program unggulan (Quick Wins), antara lain:

1. GENTING
Gerakan masyarakat untuk mempercepat penurunan stunting melalui edukasi, pendampingan, dan pencegahan pernikahan dini.

2. TAMASYA
Memberikan dukungan pada ibu bekerja dengan layanan yang menjaga tumbuh kembang anak.

3. GATI
Program yang menguatkan peran ayah sebagai figur penting dalam masa tumbuh kembang anak.

4. Super Apps
Sistem digital untuk memperkuat layanan pembangunan keluarga, data kependudukan, dan edukasi masyarakat.

Seluruh program ini menjadi tonggak besar menuju Indonesia Emas 2045.

Perlindungan Perempuan dan Anak: DPPAPP Siap Membuka Ruang Aman

Sementara itu, Rizky Hamid, Kepala Suku Dinas PPAPP Kota Administrasi Jakarta Selatan, menegaskan pentingnya peran lembaga perlindungan perempuan dan anak dalam mencegah kekerasan di masyarakat.

Beliau menjelaskan bahwa DPPAPP bernaung di bawah empat urusan: Kemendagri, BKKBN, Pemberdayaan Desa, dan Perlindungan perempuan dan anak

Rizky menekankan bahwa kekerasan fisik, psikis, hingga kekerasan seksual dapat dilaporkan melalui layanan resmi: UPT PPA, 44 Pos Pengaduan Kecamatan, Hotline PPAPP: 0813-1761-7622 dan Layanan Darurat 112.

“Satu dari lima perempuan pernah mengalami kekerasan. Karena itu, kami ingin memastikan siapa pun, tanpa memandang domisili KTP, bisa mendapatkan perlindungan yang layak,” ujarnya.

Beliau juga menekankan bahwa sebagian besar pelaku kekerasan terhadap anak adalah orang terdekat, sehingga masyarakat diminta lebih waspada dan tidak ragu melaporkan.

Ketika Sekolah Menjadi Garda Terdepan Perlindungan Anak

Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta bertanya mengenai anak korban kekerasan yang menjadi murung dan pasif di sekolah.

Rizky menegaskan: “Guru wajib ikut campur. Lapor ke UPT PPA. Lakukan pendampingan berulang sampai anak pulih. Jika mencurigai gejala kekerasan, hubungi Dawis atau PPAPP. Jangan ragu. Setiap laporan berarti satu anak terselamatkan.”

Ditambahkan pula bahwa PKK memiliki PIK (Pusat Informasi dan Konsultasi Keluarga) yang menjadi rujukan warga dalam menyelesaikan masalah keluarga di lingkungan setempat.

Sosialisasi Program Bangga Kencana di Jakarta Selatan bukan hanya forum penyampaian materi, tetapi momentum besar dalam menyatukan langkah pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk menjaga keluarga Indonesia.

Dari pengendalian penduduk hingga pencegahan kekerasan, dari edukasi keluarga hingga penguatan peran orang tua, semua bergerak dalam satu arah: membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan bermartabat.

Karena masa depan bangsa tidak hanya lahir dari program, tetapi dari keluarga yang kuat dan dilindungi.

Pada akhirnya, kegiatan ini meneguhkan bahwa ketika keluarga diberdayakan, bangsa pun tumbuh perkasa.
Itulah arah yang terenginas—dan menjadi jejak mantap menuju Indonesia Emas 2045.

)**Yuri / Foto Ist

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *