Perjuangan Dokter Sona Sulistyo Membangun Masa Depan Bersama Anak-Anaknya

Jakarta ! DelapanPlus.com –

Perjalanan hidup Dokter Sona Sulistyo menjadi potret nyata tentang keteguhan seorang ibu, profesionalisme seorang dokter, dan ketulusan seorang pendidik dalam membangun masa depan yang berakar pada nilai, iman, dan cinta keluarga.

Memasuki tahun 2026, Dokter Sona Sulistyo mengungkapkan rasa syukur mendalam atas dukungan penuh dari anak-anaknya. Dukungan tersebut bukan sekadar semangat moral, melainkan energi utama yang menguatkan langkahnya dalam menjalani peran ganda sebagai tenaga medis, pengajar, dan ibu yang bertanggung jawab penuh atas masa depan generasinya.

“Semua perjuangan ini saya jalani untuk masa depan dan demi anak-anak saya, baik untuk kehidupan di dunia maupun akhirat,” ungkap Dokter Sona dengan suara penuh keyakinan.

Sebagai dokter, Sona Sulistyo tidak membatasi pengabdiannya hanya pada ruang praktik. Ia aktif mengajar dan terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif yang ia yakini sebagai bentuk ikhtiar berkelanjutan untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Baginya, ilmu adalah amanah, dan pengabdian adalah jalan hidup.

Aktivitas yang padat kerap menghadirkan kelelahan fisik dan mental. Namun, Dokter Sona memaknai setiap rasa lelah sebagai bagian dari proses yang telah ditetapkan Tuhan. Ia tidak melihatnya sebagai beban, melainkan sebagai harga dari sebuah tanggung jawab besar yang dijalani dengan keikhlasan.

Perjalanan waktu membawa anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi dewasa. Di titik itulah, Dokter Sona merasakan keyakinan yang utuh bahwa setiap pengorbanan memiliki makna. Setiap langkah kecil yang ia tempuh hari ini, menurutnya, adalah fondasi kokoh bagi masa depan anak-anaknya.

“Saya melihat doa dan kekuatan dari anak-anak saya ada di setiap proses yang saya jalani,” tuturnya.

Bagi Dokter Sona Sulistyo, perjuangan hidup tidak diukur dari capaian materi semata. Perjuangan adalah tentang keteladanan, keteguhan iman, serta tanggung jawab moral sebagai orang tua yang menanamkan nilai kehidupan sejak dini.

Ia percaya bahwa setiap proses, termasuk tantangan dan kelelahan, adalah bagian dari rencana Allah yang harus dijalani dengan sabar dan penuh rasa syukur.

Dengan semangat yang terus terjaga, Dokter Sona melangkah maju tanpa ragu. Ia menjadikan setiap usaha sebagai wujud cinta yang nyata, setiap pengorbanan sebagai investasi akhirat, dan setiap hari sebagai bukti bahwa perjuangan seorang ibu tidak pernah sia-sia.

Di sanalah masa depan dibangun, bukan dengan keluhan, tetapi dengan keyakinan yang tak tergoyahkan.

)**Djunod / Foto Ist.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *