Jakarta (DelapanPlus) :
Nama Tissa Biani kini berdiri di barisan terdepan industri perfilman nasional. Bukan sekadar populer, Tissa menjelma menjadi simbol kekuatan box office Indonesia berkat capaian nyata yang berbicara lantang di layar bioskop. Julukan “Ratu Box Office” bukan klaim kosong, melainkan hasil akumulasi prestasi yang konsisten, terukur, dan sulit dibantah oleh data.
Perjalanan gemilang itu menemukan momentum besar lewat film “KKN di Desa Penari” (2022). Film horor fenomenal tersebut menembus angka lebih dari 10 juta penonton, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa. Peran Tissa di film ini menjadi tonggak penting yang memperlihatkan kematangan akting serta daya tarik kuat di mata publik.

Kesuksesan tersebut tidak berhenti di satu judul. Pada “Agak Laen” (2024), Tissa tampil sebagai Marlina dalam balutan komedi horor yang segar dan berani. Hasilnya luar biasa. Film ini berhasil meraih sekitar 9 juta penonton, membuktikan bahwa kehadiran Tissa selalu menjadi magnet penonton lintas genre.
Dominasi itu semakin sempurna lewat “Agak Laen: Menyala Pantiku!” (2025). Sekuel ini melesat tajam hingga menembus lebih dari 10 juta penonton, sekaligus mencetak rekor sebagai film terlaris di Indonesia. Capaian ini mempertegas satu hal penting: Tissa Biani bukan hanya konsisten, tetapi juga terus naik kelas.
Di luar tiga film fenomenal tersebut, Tissa juga terlibat dalam sejumlah proyek lain dengan capaian penonton signifikan. Aktingnya dinilai emosional, natural, dan berlapis. Setiap karakter yang ia mainkan terasa hidup, membekas, dan relevan dengan penonton masa kini. Fleksibilitasnya dalam mengolah genre horor, komedi, hingga drama menjadi bukti kecerdasan artistik yang matang.
Rekam jejak box office yang stabil ini menempatkan Tissa Biani sebagai salah satu aktris Indonesia dengan pengaruh paling kuat saat ini. Industri mencatat, penonton mengingat, dan publik menunggu. Proyek berikutnya bukan sekadar film baru, melainkan kelanjutan dari dominasi yang telah ia bangun dengan kerja keras dan konsistensi.
Pada akhirnya, Ratu Box Office bukan sekadar gelar. Ia adalah kesimpulan yang lahir dari angka, karya, dan dampak. Dan Tissa Biani, dengan seluruh pencapaiannya, membuat kesimpulan itu terasa telak, terenginas, dan mantap tanpa perlu dibantah.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, Tissa Biani tidak hanya bertahan, tetapi memimpin. Dan ketika angka berbicara, dunia perfilman Indonesia tak punya alasan untuk tidak mengakui: singgasana box office kini punya nama.
)**Donz/ Foto Ist
