Jakarta ! DelapanPlus.com –
Penyanyi papan atas Indonesia, Sammy Simorangkir, bersiap menggelar konser tunggal bertajuk 20 Tahun Suara Sammy Simorangkir (20SSS) yang akan berlangsung pada 13 Mei 2026 di Tennis Indoor Senayan. Konser ini menjadi momentum penting dalam menandai dua dekade perjalanan musikalnya di industri musik Tanah Air.
Dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Sari Pacific Jakarta pada Selasa (14/4/2026), Sammy membuka kisah panjang kariernya dengan penuh emosi dan refleksi. Ia mengingat masa awal sebagai vokalis band hingga bertransformasi menjadi solois yang matang.
“Teman-teman media sudah menemani perjalanan saya sejak 20 tahun lalu, dari zaman nge-band sampai jadi penyanyi solo,” ujar Sammy, mengenang fase penting bersama Kerispatih yang pernah membesarkan namanya.
Komitmen Tegas pada Hak Cipta dan Royalti
Konser ini tidak hanya menjadi panggung nostalgia, tetapi juga representasi profesionalisme dalam industri musik. Sammy menegaskan bahwa seluruh lagu yang akan dibawakan, termasuk karya-karya dari Badai, telah melalui proses perizinan resmi.
Menurutnya, kehadiran lagu-lagu tersebut sangat penting karena menjadi bagian dari identitas musikal yang telah dibangun selama ini. Ia juga memastikan bahwa semua mekanisme royalti telah dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
Hal ini diperkuat oleh promotor dari Enjoy Live Experience, melalui Dino Hamid, yang menegaskan bahwa aspek performing rights menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan konser.
“Semua lagu yang dibawakan sudah melalui proses clearance dan sesuai dengan regulasi. Dalam konteks komersial, hak cipta wajib dibayarkan oleh penyelenggara, sebagaimana diatur dalam PP 56,” jelas Dino.
Konsep “Black and White”: Dua Fase, Satu Perjalanan
Secara artistik, konser ini akan dikemas dalam dua fase besar perjalanan Sammy, yaitu masa sebagai frontman band dan era solo karier. Ia menyebut konsep ini sebagai “black and white”, yang merepresentasikan dua sisi perjalanan hidup dan musikalitasnya.
Penonton akan diajak menyelami dinamika perjalanan seorang musisi yang pernah berada di puncak popularitas bersama band, hingga menemukan jati diri sebagai solois dengan tanggung jawab yang berbeda.
Tak hanya itu, Sammy juga memberi isyarat akan hadirnya sejumlah bintang tamu spesial yang akan memperkaya pengalaman musikal di atas panggung, meski belum diumumkan secara resmi.
Mimpi yang Menjadi Nyata
Di usia 43 tahun, Sammy mengaku konser ini merupakan mimpi lama yang akhirnya terwujud. Ia menilai pencapaian ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk dedikasi terhadap musik dan para pendengar setianya.
Dengan persiapan matang, konsep yang kuat, serta kepatuhan terhadap regulasi hak cipta, konser 20SSS diharapkan menjadi standar baru dalam penyelenggaraan konser musik di Indonesia.
Perjalanan panjang Sammy Simorangkir bukan hanya tentang bertahan di industri, tetapi tentang bagaimana seorang musisi menghargai karya, menjaga integritas, dan terus relevan di tengah perubahan zaman. Konser ini menjadi bukti bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan warisan yang harus dijaga dengan etika dan tanggung jawab.
Saat panggung menyala dan suara menggema, yang dirayakan bukan hanya 20 tahun perjalanan—melainkan dedikasi tanpa henti yang kini menemukan puncaknya.
)**Djunod / Foto Ist
