Categories Entertainment Hukum News

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Mesir Dilaporkan ke Bareskrim, Kesaksian Oki Setiana Dewi Jadi Sorotan

Jakarta ! DelapanPlus.com –

Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang terjadi di Mesir dan melibatkan seorang pemuka agama berinisial SAM kini memasuki babak baru. Laporan resmi telah diajukan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Hb Mahdi, membuka pintu penegakan hukum lintas negara yang menyita perhatian publik.

Langkah hukum ini tidak berdiri sendiri. Hb Mahdi menegaskan bahwa salah satu pijakan penting dalam laporannya adalah kesaksian dari Oki Setiana Dewi, yang disebut memiliki peran awal dalam mengungkap dugaan kasus tersebut. Oki, yang saat ini tengah menempuh pendidikan S3 di luar negeri, dijadwalkan akan dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik.

“Semua kesaksian kami kumpulkan, termasuk dari Ustazah Oki. Saat ini kami menunggu waktu yang tepat karena beliau berada di luar negeri. Statusnya jelas sebagai saksi, bukan terlapor,” ujar Hb Mahdi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Kasus ini disebut terjadi dalam rentang waktu akhir Agustus hingga awal September 2025. Dalam kurun 14 hari tersebut, dugaan pelecehan berlangsung selama 11 hari berturut-turut terhadap seorang santri laki-laki di bawah umur.

Fakta ini menghadirkan dimensi serius, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi moral dan perlindungan anak. Dugaan pelanggaran tersebut memperkuat urgensi penanganan cepat dan transparan oleh aparat penegak hukum.

Peran Kunci dalam Pengungkapan

Hb Mahdi memaparkan bahwa awal mula terbongkarnya kasus ini berangkat dari komunikasi tidak langsung antara korban dan Oki Setiana Dewi. Kakak korban, yang menerima beasiswa dan terlibat di lingkungan pendidikan milik Oki, menjadi jembatan penting dalam menyampaikan informasi sensitif tersebut.

Karena keterbatasan akses komunikasi langsung, kakak korban meminta bantuan pihak ketiga untuk menghubungkan dirinya dengan Oki. Dari sanalah percakapan terjadi, hingga akhirnya Oki menggali informasi dari korban.

“Meski korban tidak mengungkap sepenuhnya, indikasi pelecehan itu mulai terkuak. Ini menjadi titik awal yang sangat penting,” jelas Hb Mahdi.

Proses Hukum Berjalan, Publik Menanti Kepastian

Laporan terhadap SAM kini sedang diproses oleh Bareskrim Mabes Polri. Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan dugaan pelanggaran serius yang terjadi di luar negeri, namun berdampak pada warga negara Indonesia.

Penanganan kasus ini diharapkan dapat menjunjung tinggi prinsip keadilan, perlindungan korban, serta transparansi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan hukum yang berlaku. Publik menanti langkah tegas aparat dalam mengungkap fakta secara utuh.

Kasus ini bukan sekadar perkara hukum, melainkan ujian bagi komitmen bersama dalam melindungi generasi muda dari segala bentuk kekerasan. Ketika suara korban mulai terdengar, maka keadilan tidak boleh lagi ditunda—karena setiap detik adalah harapan bagi kebenaran untuk berdiri tegak.

)**Djunod / Yuri. AP / Foto Ist.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *