Deskripsi gambar

“Dea Terra” Perayaan Harmoni Alam dan Warisan Nusantara, Karya Terbaru Rafi Ridwan dan Maria Angelita Girsang Siap Menggema di Italia

Jakarta ! DelapanPlus.com –

Warisan budaya Indonesia kembali melangkah ke panggung internasional melalui karya terbaru bertajuk “Dea Terra”. Koleksi busana hasil kolaborasi dua desainer muda Indonesia, Rafi Ridwan dan Maria Angelita Girsang, resmi diperkenalkan sebagai representasi harmoni antara kekuatan alam, keberlanjutan, dan kekayaan wastra Nusantara.

Perjalanan kreatif Dea Terra menjadi momentum penting karena Warna Wastra Indonesia (WWI) untuk pertama kalinya menghadirkan pagelaran wastra Nusantara di Eropa.

Agenda tersebut terselenggara atas undangan dari Walikota San Polo D’Enza dan KBRI Roma, dengan dukungan kerja sama bersama Bank Rakyat Indonesia.

Peragaan busana Dea Terra akan digelar pada 19 Juni 2026 di San Polo D’Enza, Italia, kemudian berlanjut pada 23–24 Juni 2026 di KBRI Roma dengan waktu pelaksanaan pukul 19.00 waktu setempat.

Kehadiran Dea Terra tidak hanya menjadi ajang mode, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia. Melalui panggung internasional ini, Warna Wastra Indonesia turut membawa produk UMKM lokal melalui bazaar yang diharapkan mampu membuka peluang pasar baru di Italia.

Dea Terra: Ketika Alam Menjadi Inspirasi Busana

Nama Dea Terra berasal dari bahasa Latin, yaitu Dea yang berarti “dewi” dan Terra yang berarti “bumi”. Filosofi tersebut menggambarkan penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan sekaligus kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rafi Ridwan dan Maria Angelita Girsang menerjemahkan makna tersebut melalui siluet busana modern yang anggun. Koleksi ini menggabungkan teknik tradisional dengan sentuhan cutting kontemporer yang menghadirkan karakter kuat namun tetap relevan dengan gaya perempuan urban masa kini.

Setiap karya dalam Dea Terra menggunakan bahan wastra yang dikembangkan melalui eksplorasi motif. Rafi Ridwan menghadirkan pendekatan kreatif melalui penciptaan pola yang memperkuat identitas kain Nusantara.

Permainan warna dalam koleksi ini terinspirasi dari lanskap Indonesia. Nuansa hijau hutan, cokelat tanah, biru laut, hingga aksen emas senja hadir sebagai gambaran perjalanan alam Indonesia yang penuh keberagaman.

Detail motif flora endemik serta struktur draperi yang mengalir menjadi ciri khas koleksi ini. Setiap busana menggambarkan dinamika bumi yang bergerak, tumbuh, dan terus berkembang.

Mode Berkelanjutan yang Menguatkan Nilai Kemanusiaan

Rafi Ridwan menjelaskan bahwa Dea Terra merupakan bentuk doa dan penghormatan terhadap bumi.

“Dea Terra adalah doa kami untuk bumi. Kami ingin setiap helai kain bercerita tentang Indonesia, tetapi tetap relevan dipakai perempuan urban hari ini,” ujar Rafi.

Sementara itu, Maria Angelita Girsang menegaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari semangat menghadirkan fashion yang tetap indah tanpa mengabaikan lingkungan.

“Kolaborasi ini lahir dari keresahan yang sama: bagaimana fashion bisa tetap indah tanpa melukai alam. Karena itu, 80 persen proses kami menerapkan konsep zero waste dan memberdayakan komunitas pengrajin perempuan,” kata Maria.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa industri fashion dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Rafi Ridwan dan Maria Angelita Girsang, Dua Kreator dengan Visi Besar

Rafi Ridwan dikenal sebagai desainer muda tuna rungu yang mampu membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batas. Dengan pendekatan arsitektural terhadap busana, Rafi berhasil mengeksplorasi wastra Nusantara menjadi karya yang memiliki struktur, karakter, dan nilai estetika tinggi.

Sementara Maria Angelita Girsang memiliki kekuatan dalam bidang sustainable fashion dan craftsmanship. Perpaduan ide keduanya dalam Dea Terra menciptakan karya yang mempertemukan desain, cerita budaya, dan keberlanjutan.

Melalui panggung Italia, Dea Terra membawa pesan bahwa wastra Nusantara bukan sekadar kain tradisional, melainkan identitas bangsa yang mampu berbicara di dunia internasional.

Dea Terra menjadi bukti bahwa kreativitas Indonesia mampu melampaui batas geografis. Dengan menggabungkan warisan Nusantara, inovasi desain, serta kepedulian terhadap bumi, karya Rafi Ridwan dan Maria Angelita Girsang menghadirkan wajah baru fashion Indonesia yang semakin dikenal dunia.

Inilah langkah nyata ketika budaya, seni, dan keberlanjutan bersatu menciptakan masa depan yang bernilai.

)**Yuri / Djunod / Foto Ist.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *