Jakarta ! DelapanPlus.com –
Kehidupan publik figur sering kali diidentikkan dengan gemerlap kemewahan, perputaran tren busana yang masif, hingga kepemilikan gawai mutakhir demi menjaga gengsi. Namun, narasi berbeda justru diukir oleh Manohara Odelia.
Artis berusia 34 tahun ini secara konsisten memilih jalan kesederhanaan melalui prinsip hidup minimalis, sebuah langkah konkret yang tidak hanya menyelamatkan dompet, tetapi juga bumi.
Bagi Manohara, esensi sebuah barang terletak pada fungsi dan kenyamanan, bukan validasi sosial yang dipicu oleh viralnya sebuah tren di media sosial.
Melawan Arus Konsumtivisme Demi Lingkungan
Langkah Manohara menerapkan konsep minimalism bukanlah keputusan impulsif yang mengikuti gelombang tren masa kini. Prinsip ini telah mendarah daging dalam dirinya jauh sebelum istilah tersebut populer di kalangan urban.
“Kebetulan sekarang menjadi tren ya hidup minimalis, tapi sebenarnya aku dari dulu sudah seperti itu. Bukan tipe orang yang ngikutin tren. Kalau ada tas model baru atau baju model baru gak harus diikuti atau dibeli,” ujar Manohara saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (5/7/2026).
Kesadaran ekologis menjadi bahan bakar utama di balik keputusannya. Ia memahami betul bahwa industri fesyen dan teknologi menyumbang dampak besar terhadap kerusakan lingkungan jika tidak disikapi dengan bijak.
“Jadi saya bukan tipe orang misalnya ikuti tren, baju-baju saya banyak yang umurnya sudah 5-10 tahun lebih,” tambahnya.
Timeless Fashion dan Kesetiaan pada Fungsi Gawai
Keseriusan Manohara dalam mempraktikkan hidup minimalis tecermin langsung dari penampilannya sehari-hari. Tanpa ragu, ia mengisahkan bahwa celana yang dikenakannya saat wawancara berlangsung merupakan koleksi lama yang telah menemaninya selama belasan tahun.
“Contohnya celana yang aku pakai sekarang ini, aku beli tahun 2010 atau 2011. Menurut aku kalau memang masih bisa dipakai, ya dipakai saja. My taste juga lebih ke arah klasik dan timeless, jadi nggak naik turun mengikuti tren,” terangnya secara lugas.
Tidak berhenti di lini busana, komitmen ini juga merambah ke penggunaan barang elektronik. Di tengah gempuran smartphone model terbaru yang rilis hampir setiap bulan, Manohara memilih bertahan dengan gawai lamanya.
Ia baru akan membeli ponsel baru apabila perangkat yang digunakannya sudah mengalami rusak total dan tidak lagi dapat diperbaiki.
“Teknologi juga HP kalau betul-betul rusak tidak bisa dipakai baru diganti. Itu hal-hal seperti itu yang sangat-sangat berdampak ke lingkungan dan juga helps our pockets as well (membantu dompet kita juga),” urai Manohara.
Mendobrak Stigma Kemewahan Selebritas
Pandangan umum yang menuntut seorang pesohor harus mengoleksi barang-barang mewah dalam jumlah masif perlahan dipatahkan oleh sudut pandang Manohara.
Baginya, kebahagiaan hidup tidak diukur dari volume kepemilikan barang, melainkan dari kedamaian atas kecukupan fungsi.
“Gak banyak kok (koleksi barang). Itu mungkin salah persepsi orang kalau artis itu harus punya barang-barang yang banyak banget. I can survive with very minimal things (Saya bisa bertahan hidup dengan barang yang sangat minim),” pungkasnya menutup percakapan.
Melalui konsistensinya, Manohara Odelia membuktikan bahwa kemewahan sejati seorang figur publik tidak lagi terletak pada apa yang mereka pamerkan, melainkan pada keberanian untuk membatasi diri di tengah dunia yang serbaberlebihan.
Hidup minimalis bukan tentang kekurangan, melainkan tentang kesadaran penuh untuk menyisakan ruang bagi bumi yang lebih sehat dan jiwa yang lebih merdeka.
)**Djunod / Foto Ist.










