Deskripsi gambar

Ruben Onsu Buka Pintu Damai, Minta Jordi Turunkan Ego Demi Amanat Orang Tua

Jakarta ! Delapanplus.com –

Dinamika hubungan persaudaraan antara Ruben Onsu dan sang adik, Jordi Onsu, kembali menjadi pusat perhatian publik. Di tengah bergulirnya polemik komunikasi antara Ruben dengan mantan istrinya, Sarwendah, ketegangan baru justru muncul di ranah domestik kakak-beradik ini.

Meski sempat melontarkan kritik keras, Ruben menegaskan bahwa pintu rekonsiliasi sama sekali belum tertutup.

Sebagai kakak tertua, Ruben memberikan syarat utama bagi sang adik jika ingin mengakhiri perseteruan yang telanjur menjadi konsumsi publik. Ruben meminta Jordi untuk datang menemuinya secara langsung dengan iktikad baik dan menanggalkan ego.

Menurunkan Ego Demi Memperbaiki Hubungan

Perselisihan ini kian meruncing setelah Jordi Onsu melalui akun media sosial pribadinya sempat melontarkan pernyataan akan membongkar rahasia besar terkait Ruben.

Narasi tersebut mencuat tepat di saat Ruben dan Sarwendah tengah menghadapi isu sensitif mengenai nafkah, hak asuh, serta intensitas waktu pertemuan dengan anak-anak mereka.

Menanggapi sikap adiknya, Ruben menyampaikan pesan mendalam yang sarat akan ketegasan seorang kepala keluarga.

“Saya hanya bilang, Jordi harus turunkan kepalanya, jangan begini. Itu dahulu poinnya. Datang ke saya dan jangan petantang-petenteng. Kalau mau dia hentikan ini semuanya maka (hubungan) akan kembali membaik,” ujar Ruben (12/7/2026).

Tanggung Jawab Moral Sebagai Saudara Sedarah

Status mereka yang kini telah yatim piatu membuat Ruben merasa memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar untuk membimbing Jordi. Ia mengaku prihatin dengan perubahan sikap adik satu-satunya tersebut yang dinilainya mulai berubah arah.

Ruben secara terbuka merefleksikan perannya sebagai kakak, sembari menegaskan tujuan utamanya mendidik Jordi selama ini.

“Melihat dia sekarang ini saya hanya bilang, saya mungkin adalah kakak yang tidak baik dan belum sempurna. Saya hanya bilang ini anak sekarang sombong jadi harus diingatkan, dan diluruskan,” imbuh Ruben.

Sejak awal karier mereka, Ruben berkomitmen penuh untuk mendorong Jordi meraih kesuksesan secara mandiri. Langkah tersebut ia lakukan demi menjaga amanat mendiang kedua orang tua mereka yang telah tiada.

“Kita ini sudah yatim piatu, tidak punya ibu tidak punya bapak. Lo tetap adik gue dan kita sedarah lahir dari rahim ibu yang sama. Saya hanya ingin ketika saya sukses dia juga bisa jadi sukses dan orang menghargai dia atas usahanya dia, bukan karena saya,” tandas Ruben dengan nada emosional namun penuh kepastian.

Ikatan Darah yang Takkan Pernah Luntur

Pada akhirnya, dinding pembatas setinggi apa pun yang dibangun oleh amarah ego tidak akan pernah mampu memutuskan untaian darah yang lahir dari rahim yang sama.

Langkah Jordi untuk melangkah pulang dan menundukkan kepala bukan sekadar bentuk kekalahan, melainkan sebuah pembuktian kedewasaan sejati demi menghormati memoar dan amanat terakhir kedua orang tua mereka.

Pintu rumah dan hati seorang kakak selalu terbuka, namun ketukan pertama sepenuhnya berada di tangan sang adik.

)**Djunod / Foto Ist.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *