Bandar Lampung ! DelapanPlus.com —
Mengelola keuangan di era modern menjadi tantangan tersendiri bagi Generasi Z (Gen Z). Menanggapi hal tersebut, pasangan pengusaha dan figur publik, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, membagikan wawasan strategis mengenai manajemen finansial, pemisahan pos anggaran, hingga diversifikasi investasi dalam ajang Lampung Financial Festival 2026 yang berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung.
Kehadiran pasangan ini memberikan sudut pandang praktis bagi anak muda dalam membangun ketahanan finansial, baik untuk skala pribadi, rumah tangga, maupun pengelolaan bisnis.
Pemisahan Pos Keuangan sebagai Pondasi Utama
Nagita Slavina menekankan pentingnya kedisiplinan dalam membagi alokasi dana sejak dini. Menurutnya, kegagalan mengelola arus kas sering kali berawal dari pencampuran antara dana pribadi, kebutuhan rumah tangga, dan modal usaha.
“Kami menerapkan pemisahan pos anggaran secara tegas. Ada dana pribadi untuk saya, dana pribadi untuk Raffi, serta pos khusus kebutuhan rumah tangga. Langkah ini menjaga akuntabilitas keuangan keluarga,” ujar Nagita di hadapan peserta festival.
Sistem profesional tersebut juga diterapkan pada unit bisnis RANS Entertainment yang mereka kelola. Setelah perusahaan berkembang, manajemen keuangan dilakukan secara independen dari keuangan pribadi pemilik.
“Di tingkat korporasi, pengelolaan berjalan mandiri. Kami berdua bertindak profesional dengan menerima gaji dari perusahaan,” lanjut Nagita.
Diversifikasi Portofolio dan Pengenalan Investasi
Selain kerapihan administrasi, Nagita menyoroti pentingnya diversifikasi aset. Memutar seluruh keuntungan untuk ekspansi bisnis baru memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, penempatan dana pada instrumen investasi berisiko terukur menjadi langkah mitigasi yang esensial.
Nagita membagikan pengalamannya yang telah mengenal instrumen saham sejak periode 2016–2017, di samping memanfaatkan deposito sebagai pelindung nilai aset.
Raffi Ahmad mengakui bahwa pemahaman finansial sang istri menjadi penyeimbang utama dalam ekosistem bisnis mereka.
“Saya fokus pada eksekusi lapangan dan operasional bisnis. Fondasi dan tata kelola finansial di belakang layar dipastikan tetap solid oleh istri saya,” kata Raffi.
Super Team dan Keberanian Menghadapi Evaluasi
Memasuki sesi diskusi interaktif, Raffi Ahmad memberikan dorongan moral bagi Gen Z agar tidak ragu memulai perjalanan finansial dan investasi, termasuk mempelajari dinamika pasar saham hingga aset kripto.
Raffi menegaskan bahwa dinamika atau kesalahan dalam mengambil keputusan finansial merupakan bagian alami dari proses pembelajaran yang harus dievaluasi, bukan alasan untuk berhenti.
Edukasi Berkelanjutan: “Saya masih terus belajar mengenai saham dan instrumen kripto. Tidak ada kata terlambat untuk memahami literasi keuangan,” tutur Raffi.
Resiliensi Finansial: “Jangan pernah takut untuk salah. Salah itu belum kalah,” tegasnya.
Kolaborasi (Super Team): Kesuksesan finansial maupun bisnis membutuhkan lingkungan pendukung yang objektif untuk saling mengingatkan saat mengambil keputusan strategis. “Tidak ada Superman dalam hidup ini, yang ada adalah super team,” tambah Raffi.
Mengingat perjalanan kariernya yang dimulai dari honor pertama sebesar Rp1 juta—yang seluruhnya diserahkan kepada sang ibu—Raffi mengingatkan Gen Z bahwa ketahanan finansial dibangun melalui proses panjang, kedisiplinan, dan rasa hormat terhadap setiap tahap pencapaian.
Pengelolaan keuangan yang bijak bukan sekadar tentang seberapa besar penghasilan yang diperoleh, melainkan sejauh mana kedisiplinan dalam memisah pos anggaran, keberanian melakukan diversifikasi investasi, serta ketangguhan mental untuk terus belajar dari setiap proses. Generasi Z yang mampu mengintegrasikan fondasi finansial yang kuat dengan kerja sama tim yang solid akan memiliki pijakan kokoh untuk menguasai masa depan ekonomi mereka sendiri.
)**Djunod / Foto Ist.










