Deskripsi gambar

Sentilan Mendalam Ivan Gunawan: Keberkahan Karier dan Pentingnya Berbakti kepada Ibu

Jakarta ! DelapanPlus.com —

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, perhatian terhadap keluarga—khususnya orang tua—sering kali terabaikan. Fenomena sosial ini memantik perenungan mendalam bagi aktor sekaligus desainer kenamaan Tanah Air, Ivan Gunawan.

Keterlibatannya dalam film drama keluarga terbaru bertajuk “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?” Membawa pria yang akrab disapa Igun ini kembali merenungi hakikat keberadaan seorang ibu dalam setiap fase kehidupan manusia.

Dalam jumpa pers penayangan film tersebut di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026), Ivan Gunawan menyoroti dinamika masyarakat modern yang kerap terjebak dalam rutinitas hingga tanpa sadar melupakan komunikasi dengan orang tua.

“Di situasi sekarang, walaupun masih ada ibu dan bapak, terkadang kita melupakan mereka. Kesibukan kita liputan media atau membuat konten kadang bikin kita malas, bahkan hanya untuk sekadar mengangkat telepon dari orang tua,” ungkap Ivan Gunawan di hadapan para awak media.

Bagi pria berusia 44 tahun ini, pesan dalam film tersebut terasa sangat dekat dengan kehidupan pribadinya. Pasca-kepergian sang ayah, Ivan kini hanya tinggal berdua bersama sang ibunda.

Realitas ini makin memperkuat kesadarannya bahwa seluruh pencapaian karier dan popularitas yang ia genggam di dunia hiburan Tanah Air selama puluhan tahun tidak pernah lepas dari kekuatan spiritual doa seorang ibu.

“Ibu itu ‘dukun’ saya. Saya bisa seperti sekarang ini karena doa ibu. Semoga keberkahan yang saya rasakan bersama ibu bisa menular ke teman-teman semua,” tegas pemeran tokoh Prince dalam film tersebut.

Jangan Jemawa: Restu dan Keramat Ucapan Ibu

Ivan Gunawan juga menekankan agar pencapaian materi maupun popularitas tidak membuat seorang anak merasa jumawa.

Ia mengingatkan bahwa kedudukan anak di hadapan orang tua tidak pernah berubah, sehebat apa pun posisi sosial yang dicapai.

“Sehebat apa pun kita, jangan pernah merasa diri kita ini sangat hebat. Tetap ada ibu yang ucapan mulianya bisa menjadi doa keberkahan, namun juga bisa menjadi petaka jika kita menyakiti hatinya,” tuturnya memperingatkan.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk segera memperbaiki hubungan komunikasi dan melipatgandakan bakti selagi orang tua masih mendampingi. Penyesalan mendalam selalu datang terlambat ketika maut telah memisahkan kedekatan fisik tersebut.

“Buat teman-teman yang mungkin punya salah atau punya komunikasi yang sulit dengan ibu, ayo segera dibangun dan diperbaiki. Ketika ibu sudah tidak ada, kita baru akan menyadari betapa beratnya hidup tanpa sosok ibu,” pungkasnya.

Sambut Penayangan Perdana, Falcon Pictures Gandeng 5.000 Anak Yatim

Menjelang penayangan resminya di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 24 September 2026, rumah produksi Falcon Pictures menggelar aksi kepedulian sosial berskala nasional.

Sebagai bagian dari perayaan momentum film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?, Pihak produser mengadakan kegiatan nonton bareng yang melibatkan lebih dari 5.000 anak yatim dari 100 yayasan di seluruh Indonesia pada 19 September 2026.

Karier setinggi langit dan harta yang melimpah tidak akan pernah sanggup menandingi hangatnya keikhlasan doa seorang ibu.

Selagi napasnya masih menghembuskan kasih sayang dan derap langkahnya masih menyertai hari-hari kita, peluklah ia, mintalah ampunan atas setiap kelalaian, dan jadikan baktimu sebagai jalan utama meraih keberkahan hidup yang hakiki—sebab ketika sosoknya telah tiada, dunia tak lagi pernah sama.

)**Djunod / Foto Ist.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *