Jakarta ! DelapanPlus.com –
Ayu Aulia akhirnya buka suara terkait isu dirinya dihamili seorang pejabat yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Klarifikasi tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya, Herdiyan Saksono, dalam konferensi pers di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis malam (15/5/2026).
Dalam keterangannya, Herdiyan menegaskan bahwa unggahan yang sempat viral di media sosial dibuat Ayu saat kondisi kesehatannya sedang menurun usai menjalani serangkaian pengobatan berat. Ia menyebut kliennya baru menjalani operasi pengangkatan rahim atau histerektomi akibat tumor ganas dan adenomiosis yang menyebar.
“Saya di sini mewakili klien saya, Ayu Aulia, untuk mengklarifikasi berita yang sudah sangat-sangat liar,” ujar Herdiyan kepada awak media.
Menurutnya, kondisi medis yang dialami Ayu memengaruhi stabilitas emosinya, sehingga berbagai unggahan di media sosial merupakan bentuk luapan keresahan pribadi yang kemudian berkembang menjadi spekulasi luas di ruang publik.
Herdiyan menjelaskan, penyakit serius yang diderita Ayu membutuhkan perhatian intensif dan berdampak pada kondisi psikologisnya. Hal itu, kata dia, menjadi alasan mengapa Ayu sempat mencurahkan isi hatinya melalui Instagram Story yang kemudian memicu berbagai asumsi publik.
“Sebetulnya ada pihak-pihak yang secara tidak langsung dan langsung menjadi korban dari keresahan klien saya karena memang penyakit yang diidapnya ini cukup serius dan butuh perhatian lebih,” jelasnya.
Isu tersebut semakin ramai setelah muncul berbagai inisial nama yang dikaitkan dengan sosok tertentu. Namun, pihak Ayu membantah adanya hubungan langsung antara inisial yang beredar dengan figur publik maupun pejabat tertentu.
“Yang beredar ya ada R, MR, RK, RKS, RHS dan lainnya. Mohon maaf bahwa klien saya itu dalam keadaan kurang sehat,” lanjut Herdiyan.
Dalam kesempatan yang sama, Ayu Aulia juga membantah adanya tekanan dari pihak mana pun hingga dirinya akhirnya memberikan klarifikasi kepada publik. Ia menegaskan seluruh unggahan yang dibuat murni karena luapan emosi pribadi di tengah kondisi kesehatannya yang belum stabil.
“Nggak ada sih. Semuanya luapan emosional aja,” ujar Ayu singkat.
Ayu pun menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa namanya ikut terseret dalam polemik yang berkembang di media sosial.
“Saya mohon maaf untuk pihak-pihak terkait yang merasa namanya mungkin terbawa-bawa,” ungkapnya.
Sementara itu, Herdiyan kembali menegaskan bahwa pernyataan maupun unggahan Ayu tidak dapat diartikan sebagai tuduhan langsung kepada sosok tertentu. Menurutnya, kondisi kesehatan dan pengobatan yang dijalani Ayu turut memengaruhi emosional serta pola pikir kliennya.
“Pengaruh dari pengobatannya. Jadi agak ngelantur sedikit begitu,” tutup Herdiyan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa derasnya arus informasi di media sosial dapat dengan cepat membentuk opini publik tanpa verifikasi yang utuh. Di tengah situasi tersebut, klarifikasi dan empati menjadi penting agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh spekulasi yang berkembang liar di ruang digital.
Publik kini diharapkan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Sebab di balik sebuah unggahan viral, ada kondisi pribadi, kesehatan, dan sisi kemanusiaan yang sering kali luput dari perhatian banyak orang.
)**Djunod / Foto Ist.










