Deskripsi gambar

Bunga Zainal Jadi Saksi Kasus Dugaan Penipuan Cek Kosong Miliaran Rupiah, Dampingi Suami di Mabes Polri

Jakarta ! DelapanPlus.com –

Aktris Bunga Zainal mendatangi Mabes Polri pada Selasa (2/6/2026) untuk mendampingi sang suami, Sukhdev Singh, dalam proses pemeriksaan terkait dugaan kasus penipuan cek kosong bernilai miliaran rupiah.

Kehadiran Bunga tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai saksi karena mengaku turut terdampak dalam perkara yang telah bergulir sejak 2024 tersebut.

Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta Selatan, Bunga Zainal menjelaskan bahwa dirinya memiliki keterkaitan langsung dengan pihak yang dilaporkan.

Ia mengaku menjadi orang pertama yang mengenal terlapor dan turut terlibat dalam pertemuan awal yang menjadi cikal bakal kerja sama bisnis tersebut.

“Kedatangan saya ke sini untuk mendampingi suami saya, sekaligus menjadi saksi atas dugaan kasus penipuan. Saya juga menjadi tergugat kedua dalam perkara perdata ini dan kebetulan orang yang dilaporkan merupakan seseorang yang saya kenal,” ujar Bunga Zainal.

Kasus yang kini menjadi perhatian publik tersebut berawal dari tawaran investasi di sektor batu bara yang melibatkan sejumlah pihak.

Menurut keterangan Sukhdev Singh, kerja sama bisnis itu semula berjalan dengan dasar kepercayaan dan disertai jaminan pembayaran berupa cek yang diberikan oleh terlapor berinisial DH.

Namun, persoalan muncul ketika cek tersebut hendak dicairkan. Berdasarkan pengakuan Sukhdev Singh, cek yang dijadikan jaminan dalam transaksi bisnis tersebut ternyata tidak memiliki saldo yang cukup atau cek kosong, sehingga tidak dapat dicairkan sesuai nilai yang tercantum.

Peristiwa itu kemudian berkembang menjadi sengketa hukum yang mencakup jalur perdata maupun laporan dugaan tindak pidana.

Proses pemeriksaan yang dilakukan di lingkungan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menjadi bagian dari upaya untuk mengungkap secara menyeluruh fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Kehadiran Bunga Zainal sebagai saksi dinilai penting karena posisinya yang mengetahui awal mula hubungan antara para pihak yang terlibat.

Keterangan yang diberikan diharapkan dapat membantu penyidik memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kronologi dugaan penipuan yang menyebabkan kerugian besar.

Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan dan seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sembari menunggu hasil penyelidikan serta keputusan resmi dari aparat penegak hukum.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap investasi bernilai besar, transparansi, verifikasi dokumen, serta kehati-hatian dalam memilih mitra bisnis merupakan langkah penting untuk menghindari potensi kerugian.

Di tengah besarnya nilai transaksi dan kepercayaan yang dipertaruhkan, pencarian kebenaran melalui jalur hukum menjadi harapan utama agar keadilan dapat ditegakkan secara objektif dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.

)**Djunod / Yuri / Foto Ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *