Jakarta ! DelapanPlus.com –
Industri hiburan tanah air tidak pernah kekurangan talenta, namun figur yang mampu bertahan sekaligus mengembangkan sayap ke ranah internasional dalam berbagai disiplin seni terbilang langka. Adalah Annisa Queen yang membuktikan bahwa batasan struktural bukanlah penghalang untuk terus berkarya.
Mengawali karier sebagai model, ia sukses merambah dunia tarik suara, sinetron, hingga layar lebar, sekaligus aktif memimpin berbagai organisasi strategis.
Perempuan asal Medan ini tidak hanya dikenal karena produktivitasnya di atas panggung. Di balik gemerlap dunia hiburan, Annisa adalah seorang ibu dari enam anak dan nenek dari empat cucu yang mandiri (single mom).
Di tengah tanggung jawab domestik tersebut, ruang kreativitasnya justru terus bergerak produktif tanpa henti.

Manifestasi Multitalenta: Desain, Lukis, dan Film
Jejak rekam Annisa Queen di dunia seni visual dan mode bergerak dalam senyap namun pasti. Selain mampu melukis, ia juga mendesain dan memproduksi lini busananya sendiri, yang kemudian dipamerkan melalui gelaran eksklusif (fashion show).
Di industri sinematografi, Annisa telah membuktikan kapasitasnya dengan memproduksi film bersama rekan-rekan sejawat yang kini telah resmi ditayangkan.
Kolaborasi taktis ini menegaskan posisinya sebagai kreator konten yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif modern.
Eksplorasi Musik dan Ekspansi Pasar Global
Kekuatan utama Annisa Queen terletak pada konsistensinya menulis lagu sejak tahun 2000. Berawal dari hobi menulis puisi, untaian kata tersebut bertransformasi menjadi puluhan karya musik.
Konsistensi inilah yang memicu daya tarik (proximity) kuat bagi para pelaku industri musik di tingkat regional. Karya-karyanya kini mulai dilirik oleh produser dan musisi dari Singapura, Malaysia, hingga Australia.
Kolaborasi internasional ini bukan sekadar rencana. Ryana, musisi asal Singapura, telah datang langsung ke Jakarta untuk merampungkan proyek bersama. Bahkan beberapa DJ asal Singapura juga telah mengajak Annisa berkolaborasi dalam proyek musik elektronik modern.
Dari Australia, produser Ahyar dijadwalkan hadir kembali ke Jakarta pada Agustus mendatang untuk ketiga kalinya. Kunjungan ini bertujuan mematangkan cetak biru produksi musik Annisa Queen agar dapat didistribusikan secara masif di pasar Australia.
Sinergi Manajemen dan Komitmen Kolektif
Di dalam negeri, karier Annisa Queen berada di bawah naungan Manajemen Artis Avent Christie. Dalam setiap langkah ekspansinya, Annisa tidak berjalan sendiri. Ia tetap berkomitmen menggandeng talenta lokal seperti Dhea Bacan dan Duo Sehati di bawah payung produksi Sehati.
Sinergi ini membuahkan hasil nyata dengan padatnya jadwal performa (banjir job) yang telah menanti mereka pada bulan Agustus mendatang.
Aktivitas profesional Annisa juga berjalan selaras dengan keterlibatannya di berbagai organisasi penting, seperti KADIN, GPIE, Partai Demokrat, IWAPI, IMM, hingga STAGE 81. Rekam jejak ini menunjukkan kapasitas manajemen waktu yang matang di tengah kesibukan yang padat.
Dan keberhasilannya menembus pasar internasional bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari ketekunan yang dirawat selama puluhan tahun.
Annisa Queen telah membuktikan bahwa karya yang lahir dari ketulusan rasa mampu melintasi batas geografis. Pelan namun pasti, kerja keras yang diiringi keyakinan spiritual ini kini mulai memanen hasil nyata—menegaskan bahwa di dunia kreatif, dedikasi total tidak akan pernah mengkhianati hasil.
)**Yuri Gharib/ Djunod / Foto Ist.










