Deskripsi gambar

Bangga dan Rindu Dewi Perssik: Cerita ‘Sleep Call’ Haru dengan Sang Putra di Akmil Magelang

Jakarta ! DelapanPlus.com —

Rasa bangga dan kerinduan mendalam kini tengah menyelimuti hati penyanyi dangdut Dewi Perssik. Putra semata wajangnya, Felice Gabriel, telah resmi melangkah sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah.

Transformasi Gabriel dari remaja sipil menjadi calon perwira TNI menghadirkan ruang jarak dan pembatasan komunikasi yang sangat ketat, melahirkan dinamika hubungan ibu dan anak yang hangat sekaligus memeluk kedisiplinan.

Aturan Ketat Asrama: Rindu yang Terikat Waktu

Menjalani pendidikan militer yang penuh dengan disiplin tinggi membuat intensitas tatap muka dan komunikasi Dewi Perssik—yang akrab disapa Depe—dengan Gabriel berkurang drastis. Pihak akademi menetapkan aturan tegas terkait penggunaan telepon seluler bagi para taruna.

Komunikasi jarak jauh hanya dapat dilakukan pada hari-hari tertentu, seperti hari Minggu, dengan durasi yang dibatasi secara ketat.

“Ada hari-hari tertentu misalkan kayak Minggu, itu sekali. Itu pun cuma sekian jam. Jadi selalu, misalkan dapat handphone nih, ‘Ma,’ dia tuh kayak kita pacaran, kayak video call,” ungkap Dewi Perssik saat ditemui di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Momen Manis Video Call hingga Sleep Call

Untuk mengobati rasa kangen yang menumpuk, Depe dan Gabriel memiliki cara unik dalam memanfaatkan waktu komunikasi yang terbatas tersebut. Kehangatan interaksi mereka bahkan diwarnai dengan momen keceriaan khas anak dan ibu yang sangat dekat.

Aktivitas Bersama secara Daring: Mereka kerap membiarkan kamera ponsel tetap menyala saat beraktivitas harian, seperti saat Depe bersiap mandi atau beristirahat usai syuting.

Momen Sleep Call: Karena rasa lelah dan rindu, perbincangan sering kali berlanjut hingga Depe tertidur lelap tanpa mematikan sambungan telepon.

“Kan capek kan, lelah. Sampai kadang sleep call sama aku. Aku udah tidur tiba-tiba aku bangun, ‘Ih belum mati anakku handphone-nya,'” ujar Depe dengan senyum semringah.

Kedisiplinan Calon Perwira dan Pesan Religius Sang Ibu

Meski mengandalkan momen singkat tersebut, Gabriel tetap menunjukkan komitmen penuh terhadap aturan kedisiplinan militer.

Ia tidak pernah melanggar batas waktu penggunaan ponsel yang ditentukan oleh lembaga pendidikannya dan selalu pamit secara santun saat harus mengembalikan ponselnya kepada pengasuh.

Bagi Dewi Perssik, jarak ratusan kilometer antara Jakarta dan Magelang serta keterbatasan komunikasi ini merupakan bagian penting dari proses pendewasaan sang buah hati. Ia telah ikhlas melepaskan putranya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Di atas segala pencapaian karier dan cita-cita Gabriel di dunia militer, Dewi Perssik senantiasa menyelipkan pesan spiritual mendalam sebagai pondasi utama kehidupan sang anak.

“Aku gak kepengen anakku jadi orang kaya, aku pengen anakku selalu jadi anak yang saleh. Yang penting adalah jangan pernah melupakan salat, di mana pun berada,” tegas Dewi Perssik melengkapi pernyataannya.

Pada akhirnya, ketatnya tembok kedisiplinan Akademi Militer tidak sedikit pun mengikis kehangatan ikatan kasih sayang antara seorang ibu dan anak; keteguhan Gabriel dalam menempuh jalan pengabdian prajurit serta keikhlasan doa Dewi Perssik menjadi bukti nyata bahwa pengorbanan terbesar seorang ibu adalah merelakan buah hatinya bertransformasi menjadi benteng tangguh pengawal kedaulatan bangsa.

)** Djunod / Foto Ist.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *