Deskripsi gambar

Seni Mendidik Anak di Era Digital: Gaya Parenting Adaptif Gisella Anastasia dan Kehadiran Utuh Orang Tua

Jakarta ! DelapanPlus.com  —

Tantangan mengasuh anak di era serba digital kian dirasakan oleh para orang tua modern di Indonesia. Dinamika ini diakui secara terbuka oleh aktris dan penyanyi Gisella Anastasia dalam mendidik putri tunggalnya, Gempita Nora Marten (Gempi). Gisel menegaskan pentingnya fleksibilitas pola asuh tanpa meninggalkan pemenuhan gizi yang optimal bagi tumbuh kembang anak.

Pola asuh tradisional yang diturunkan dari generasi sebelumnya dinilai tidak sepenuhnya relevan diterapkan pada anak era digital. Menurut Gisel, pesatnya arus informasi menuntut orang tua untuk lebih adaptif dan mengedepankan pendekatan emosional dibanding aturan yang kaku.

“Makin ke sini era berkembang pesat. Ilmu parenting yang aku dapat dari Mama tidak semuanya cocok diterapkan langsung ke Gempi,” ujar Gisel dalam keterangannya di Jakarta.

Menjadi Sahabat Terbaik dan Membangun Kepercayaan

Gisel memilih menurunkan ego sebagai orang tua demi memposisikan diri sebagai sahabat tempat Gempi bercerita. Mengingat pengawasan 24 jam di dunia digital adalah hal mustahil, rasa saling percaya dan komunikasi terbuka menjadi benteng utama.

Edukasi mengenai batas boleh dan tidak boleh (dos and don’ts) disampaikan secara bertahap melalui obrolan santai sehari-hari tanpa nada menginterogasi.

Kolaborasi Nutrisi dan Kehadiran Nyata Orang Tua

Selain menjaga kesehatan mental dan emosional, pemenuhan gizi seimbang tetap menjadi fondasi utama tumbuh kembang anak. Namun, Gisel menekankan bahwa asupan bergizi tinggi sekalipun tidak akan maksimal jika tidak diimbangi dengan kehadiran fisik dan emosional orang tua.

Prinsip tersebut sejalan dengan kampanye “Temani Tumbuh Kembangnya, Rayakan Setiap Langkahnya!” yang diinisiasi oleh Tango Kido. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada kecukupan nutrisi, tetapi juga aktif mendampingi serta mengapresiasi setiap fase belajar anak.

Managing Director Dairy & Bread OT Group, Johan Lianto, menyatakan bahwa tumbuh kembang anak secara optimal merupakan tanggung jawab kolektif antara keluarga dan penyedia nutrisi.

“Pemenuhan gizi anak adalah tanggung jawab bersama. Kami berupaya menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan nutrisi anak, seperti Susu Tango Kido Full Cream dari Fresh Milk tanpa tambahan gula atau sukrosa, yang telah memenuhi spesifikasi teknis susu berdasarkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63426.2 Tahun 2026,” jelas Johan.

Johan menegaskan kembali bahwa kombinasi antara asupan bernutrisi tepat dan kehadiran utuh orang tua adalah formula terbaik dalam mencetak generasi mendatang yang berkualitas.

Mengasuh anak di era digital bukan tentang seberapa ketat kita mengawasi, melainkan seberapa utuh kita hadir. Nutrisi terbaik membesarkan fisiknya, tetapi kehadiran dan kasih sayang orang tualah yang merawat jiwanya—karena setiap langkah kecil tumbuh kembang anak adalah investasi masa depan yang tak bisa diulang.

)**Djunod / Foto Ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *