Jakarta ! DelapanPlus.com —
Perselisihan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kian menyorot perhatian publik. Memasuki bulan kedelapan, isu penghentian nafkah pemeliharaan serta pendidikan anak senilai lebih dari Rp200 juta per bulan menjadi fokus utama pembahasan di antara kedua belah pihak.
Pihak Sarwendah menyatakan bahwa seluruh biaya kebutuhan dan pendidikan kedua buah hatinya saat ini ditanggung secara mandiri oleh Sarwendah sejak Desember 2025. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membeberkan kondisi tersebut saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (2/9/2026).
“Sudah delapan bulan klien kami membiayai anaknya semua sendiri. Biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan semua dibayar oleh klien kami,” ujar Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Chris menduga penghentian nafkah tersebut berkaitan dengan belum ditemukannya kesepakatan mengenai akses pertemuan antara Ruben Onsu dan anak-anaknya.

Penjelasan Kuasa Hukum Ruben Onsu Soal Rincian Biaya
Menanggapi kabar tersebut, pihak Ruben Onsu memberikan klarifikasi terkait mekanisme penyaluran nafkah. Kuasa hukum Ruben Onsu, Tiffany Setiawaty, menegaskan bahwa pada prinsipnya Ruben tetap berkomitmen penuh terhadap tanggung jawab pemeliharaan dan pendidikan anak sesuai kesepakatan bersama.
Namun, penghentian sementara dilakukan karena pihak Ruben masih menunggu rincian penggunaan biaya yang transparan dari pihak Sarwendah.
“Dari klien kami selalu meminta rinciannya. Selama itu terkait dengan pemeliharaan dan pendidikan anak, klien kami pasti akan bertanggung jawab,” jelas Tiffany.
Sidang Gugatan Hak Asuh dan Klarifikasi Isu Miring
Gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu terhadap Sarwendah saat ini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pihak Sarwendah dijadwalkan akan menyampaikan jawaban resmi atas gugatan tersebut pada 9 September 2026.
Selain perkara hak asuh, tim kuasa hukum Sarwendah juga meluruskan sejumlah isu liar yang beredar di masyarakat:
Kondisi Keuangan Ruben Onsu: Chris Sam Siwu meminta publik tidak menggiring opini yang mengaitkan Sarwendah dengan kondisi finansial Ruben. Pihaknya memahami situasi sulit yang dihadapi Ruben pascamenjadi korban dugaan penggelapan dana oleh mantan karyawannya.
Bantahan Isu Hoaks: Pihak Sarwendah secara tegas menampik rumor tidak berdasar mengenai hubungan spesial dengan mantan adik iparnya, Jordi Onsu, serta narasi video asusila yang beredar di media sosial. Chris menegaskan kabar tersebut adalah hoaks dan fitnah yang merugikan nama baik kliennya.
Empati Terhadap Proses Hukum: Pihak Sarwendah menyampaikan keprihatinan atas permasalahan hukum yang sempat menimpa Ruben demi menjaga mental dan tumbuh kembang anak-anak mereka di masa depan.
Sengketa hukum yang melibatkan figur publik hendaknya menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas utama di atas ego dan perselisihan orang tua.
Kepastian rincian pertanggungjawaban serta keterbukaan komunikasi menjadi kunci utama agar hak dasar anak atas pemeliharaan, pendidikan, dan kasih sayang dari kedua orang tuanya tetap terpenuhi secara utuh tanpa terdistorsi oleh isu-isu sekunder yang menyesatkan.
)**Djunod / Foto Ist










