Jakarta ! DelapanPlus.com —
Kasus dugaan penipuan investasi bodong yang menimpa vokalis band Kotak, Tantri, kini resmi memasuki babak baru di ranah hukum. Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tengah gencar melacak dan mengejar para terlapor yang diduga melarikan dana investasi milik para korban dengan total nilai mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Suami Tantri, Arda Hatna, mengonfirmasi bahwa kepolisian telah memproses laporan resmi tersebut dan menetapkan tersangka utama dalam status buron. Saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026), Arda menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada titik temu maupun itikad baik dari pihak terlapor.
“Kasus itu kan sudah di Polda kan. Kasusnya sudah masuk Polda. Para terlapor sudah melakukan tugasnya dan sekarang kita tunggu kepolisian untuk menangani kasusnya. Jadi masih proses ini, ya sedang dicari,” kata Arda Hatna.
Ia menambahkan bahwa proses hukum akan terus berjalan sampai pelaku berhasil ditangkap oleh aparat penegak hukum.
“Masih lanjut. Masih lanjutlah, kan orangnya masih buron,” tegasnya.
Pihak Polda Metro Jaya juga telah mengambil langkah proaktif dengan menyebarkan foto-foto terduga pelaku ke publik guna mempersempit ruang gerak tersangka serta menghimpun informasi dari masyarakat setempat.
“Ya kita tunggu makanya. Terima kasih diberitain, jadi mungkin orang yang masih sampai hari ini kepolisian bergerak ada masyarakat yang ‘Mas, di sini Mas lokasinya’ karena fotonya sudah disebar kepolisian,” ujar Arda.
Terkait dengan total kerugian finansial, Arda memilih untuk tidak menyebutkan angka spesifik yang dialami keluarganya. Ia berharap publik lebih berfokus pada pelajaran moral dari modus penipuan tersebut ketimbang sekadar nominal uang. Namun, ia mengonfirmasi bahwa jika diakumulasikan dari seluruh korban, nilai kerugian berada di angka belasan miliar rupiah.
“Total kerugian, saya gak mau nyebut punya saya berapa nanti berita yang keluar adalah orang cuma fokusnya adalah nominal, bukan pelajaran karena ditipunya gitu. Ya dengan seluruh korban total bisa sampai 10 (miliar) lebih lho,” pungkasnya.
)**Djunod / Foto Ist.










