Deskripsi gambar

Membangun Generasi Emas Indonesia Yang Unggul, Kapoksi Komisi IX DPR RI Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M.:  Berdaya Saing, Bebas Dari Ancaman Stunting

Tulungagung ! DelapanPlus.com —

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Jawa Timur bersama Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi dan Fasilitasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana di Aula UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah eksekutif, legislatif, hingga akademisi—dalam membangun generasi emas Indonesia yang unggul, berdaya saing, serta bebas dari ancaman stunting.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi IX DPR RI Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M., Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur Sukamto, S.E., M.Si., serta Kepala Dinas KB PP PA Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmad, MMRS.

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi IX DPR RI, Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M., menegaskan bahwa dukungan DPR RI mencakup komitmen politik dan penganggaran hingga ke tingkat tapak.

“Kehadiran DPR RI dalam edukasi publik ini merupakan wujud nyata dukungan politik dan anggaran untuk memastikan seluruh program perlindungan keluarga menyentuh akar rumput,” ujar Heru Tjahjono.

Selain mendorong efektivitas program, kegiatan ini menekankan pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), yakni usia ideal menikah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki demi kesiapan fisik, mental, serta ekonomi yang matang.

Sementara itu, Kepala Dinas KB PP PA Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad, MMRS., menjelaskan bahwa pencegahan stunting berfokus utama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

“Masa 1000 HPK adalah periode emas. Pada fase inilah terjadi pertumbuhan otak anak yang sangat pesat, pembentukan organ vital, pematangan sistem pencernaan, serta pengembangan daya tahan tubuh secara optimal. Kegagalan pemenuhan gizi pada rentang waktu ini akan membawa dampak permanen terhadap perkembangan kognitif dan fisik anak,” kata Kasil Rokhmad.

Guna mempercepat pencapaian target pembangunan manusia, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur turut mengenalkan lima program prioritas (Quick Wins) tahun 2026.

Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Sukamto, S.E., M.Si., memaparkan lima program unggulan tersebut, antara lain:

1. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Gotong royong pendampingan gizi dan pengasuhan bagi keluarga berisiko stunting.

2. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak dan keputusan keluarga.

3. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Penyediaan fasilitas pengasuhan anak berkualitas oleh tenaga profesional.

4. SIDAYA (Lansia Berdaya): Pembinaan lansia agar tetap mandiri, sehat, dan produktif.

5. SuperApps Keluarga Indonesia: Aplikasi digital berbasis AI untuk kemudahan akses edukasi dan layanan KB.

“Melalui program prioritas ini, kami menggalakkan gerakan DAHSAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) serta mengimbau masyarakat menghindari risiko 5T (Terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, terlalu dekat, dan terlalu banyak melahirkan),” terang Sukamto.

Kegiatan sosialisasi di Tulungagung ini juga bertepatan dengan kampanye Hari Kontrasepsi Sedunia, di mana Pasangan Usia Subur (PUS) diimbau memanfaatkan momentum Pelayanan KB Serentak yang berlangsung sejak 7 September hingga 7 Oktober 2026.

Melalui sinergi ini, Kemendukbangga/BKKBN Jatim dan Komisi IX DPR RI membuktikan bahwa investasi terbaik bangsa terletak pada pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak dari dalam kandungan.

)***Tjoek / Foto Ist.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *