Deskripsi gambar

Sidoarjo Bangkit dari Keluarga! Komisi IX DPR RI dan BKKBN Jatim Pacu Transformasi Kemenangan di Waru

Sidoarjo ! DelapanPlus.com –

Pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. Langkah nyata itu dikokohkan langsung di tengah masyarakat Sidoarjo melalui agenda Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama Mitra Kerja Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Gedung Maerokotjo, Kelurahan Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu, 26 September 2026.

Hadir Indah Kurniawati, S.E., MM, Anggota Komisi IX DPR RI, Shodigin SH, MH selaku Kepala Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Jawa Timur, dan Hery Djatmiko, S.Sos., selaku Kabid KB DP3AKB Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan strategis ini menghadirkan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari legislatif pusat, eksekutif provinsi, hingga jajaran dinas teknis daerah, untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.

Legitimasi Negara: Bangkitnya Kementerian

Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
Transformasi kelembagaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang resmi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) mempertegas arah kebijakan negara. Fokus pembangunan tidak lagi sebatas pengendalian angka kelahiran, melainkan mencakup seluruh siklus kehidupan manusia Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurniawati, S.E., M.M., menegaskan pentingnya pemaknaan luas terhadap nilai sebuah keluarga.

“Keluarga bukan hanya mereka yang ada di dalam rumah, tetapi juga masyarakat di sekitar kita. Seluruh elemen bangsa sepakat bahwa unit terkecil dari negara ini adalah keluarga. Apabila kualitas dan kerukunan di tingkat keluarga terbangun dengan baik, maka ketentraman warga di tingkat desa, provinsi, hingga nasional secara otomatis akan terwujud,” tegas Indah Kurniawati di hadapan ratusan peserta.

Ia menambahkan, keterlibatannya bersama Komisi IX DPR RI—yang saat ini juga tengah mengawal penyusunan RUU Ketenagakerjaan—merupakan wujud komitmen legislatif dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Indah secara khusus melempar imbauan krusial terkait tindak lanjut dari seluruh sosialisasi program.

“Pertemuan seperti ini harus melahirkan aksi nyata. Harus ada follow-up yang terukur, baik dari kami di lini legislatif dan eksekutif yang bertugas mengawal kebijakan, maupun dari bapak dan ibu sekalian di tingkat basis warga,” lanjutnya menekankan efisiensi serta efektivitas kerja pelayanan publik.

Enam Program Unggulan (Quick Wins) Mengawal Siklus Hidup Manusia

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., memaparkan secara komprehensif arah kebijakan strategis pemerintah yang selaras dengan Poin 4 dan Poin 6 Asta Cita Presiden.

Shodiqin menjelaskan bahwa target pencapaian Indonesia Emas 2045 bertumpu pada perataan sebaran penduduk dan peningkatan mutu SDM secara menyeluruh—mulai dari calon pengantin (catin), ibu hamil, masa menyusui, balita, remaja, hingga lanjut usia (lansia).

Guna mempercepat pencapaian target tersebut, Kemendukbangga/BKKBN mengusung 6 Program Unggulan (Quick Wins):

GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Intervensi spesifik dan sensitif pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program ini digerakkan secara murni secara gotong royong non-APBN untuk pemenuhan nutrisi serta edukasi pencegahan gagal tumbuh kronis.

TAMASYA (Taman Asuh Ceria): Penyediaan fasilitas daycare bernutrisi dan terstandar di area perkantoran pemerintah maupun swasta. Program ini memberi kepastian pengasuhan anak yang berkualitas sehingga para ibu bekerja tidak perlu mengorbankan karier mereka.

GATI (Gerakan Ayah Siaga/Pelibatan Ayah): Mendorong kehadiran fisik, emosional, dan spiritual sosok ayah dalam pola pengasuhan keluarga untuk mencegah kenakalan remaja dan krisis figur teladan.

SIDAYA (Lansia Berdaya): Pemberdayaan lansia melalui Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Sekolah Lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, serta produktif tanpa merasa tersisihkan di usia lanjut.

SUPERAPPS: Platform digital konsultasi keluarga terpadu yang memudahkan seluruh lapisan masyarakat mengakses layanan konseling dan informasi program secara real-time.

Pelayanan KB Berkualitas: Menjamin ketersediaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alkon) jangka pendek maupun Jangka Panjang (MKJP) seperti Implan, IUD, MOW, dan MOP secara memadai dan dapat diakses publik.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 HPK. Stunting tidak menular, tetapi ber dampak permanen pada masa depan generasi kita. Kita wajib mengintervensinya sejak janin berada dalam kandungan,” jelas Shodiqin.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip 4T (Hindari Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak) dengan usia ideal menikah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

Kolaborasi Daerah: DP3AKB Sidoarjo Siap Fasilitasi Layanan KB Gratis

Merespons paparan pusat dan provinsi, Kepala Bidang KB dan KK Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Hery Djatmiko, S.Sos., menyatakan kesiapan penuh jajaran daerah untuk mengeksekusi program di lapangan.

Hery mengajak seluruh elemen tim pendamping keluarga (TPK), kader KB, tokoh masyarakat, dan perangkat desa di Waru untuk aktif bergerak memproteksi generasi muda dari risiko pernikahan dini, pergaulan bebas, dan kehamilan yang tidak direncanakan.

“Kami di DP3AKB Kabupaten Sidoarjo tidak bisa berjalan sendiri. Kami memohon bantuan para kader dan tokoh warga untuk menyebarluaskan 5 program utama kami: Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pelayanan KB. Untuk masyarakat Sidoarjo yang ingin mengakses layanan KB Metoda Operasi Pria (MOP) dan Metoda Operasi Wanita (MOW), kami pastikan seluruh layanannya GRATIS,” tegas Hery.

Sinergi Nyata Demi Generasi Unggul

Kegiatan sosialasi ini ditutup dengan diskusi interaktif bersama para penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta tokoh agama setempat. Forum ini mempertegas komitmen bersama: perubahan nyata tidak berhenti pada seremoni acara, melainkan berlanjut dalam setiap pendampingan keluarga di setiap sudut RT dan RW Kabupaten Sidoarjo.

Masa depan bangsa tidak ditiru dari kesuksesan negara lain, melainkan dirawat dari ruang-ruang keluarga kita sendiri hari ini. Ketika negara hadir memfasilitasi dan masyarakat bangkit menggerakkan, maka Sidoarjo tidak sekadar menyambut Indonesia Emas 2045—Sidoarjo sedang melahirkannya.

)** Tjoek / Foto Ist.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *