Deskripsi gambar

Dhea Bacan Hadiri Pasanggiri Seni Tari Jaipong Se-Subang Selatan yang Sukses Diselenggarakan di Panggung Seni Rest Area TIC Subang

Subang ! DelapanPlus.com —

Komitmen menjaga identitas budaya lokal terus digaungkan di kawasan Jawa Barat. Melalui kolaborasi Gea Event Organizer bersama tokoh seni daerah, ajang Pasanggiri Seni Tari Jaipong Tunggal se-Subang Selatan sukses diselenggarakan di Panggung Seni Rest Area Tourism Information Center (TIC) Subang, Jalan Raya Ciater-Jalancagak, Jawa Barat.

Ajang kelestarian seni tradisional ini menyedot antusiasme tinggi dengan kehadiran 43 penari muda bertalenta. Gelaran ini menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan kembali gairah para pelaku seni tari Sunda, sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di wilayah Subang Selatan.

Ketua Umum Persatuan Janda Seluruh Indonesia (PJSI) sekaligus Pemilik Bacan Art Studio Kota Bekasi, Dhea Bacan, hadir mengapresiasi tinggi bakat serta dedikasi para peserta muda yang tampil maksimal di atas panggung.

“Anak-anak yang tampil memiliki bakat dan talenta luar biasa. Semangat mereka harus terus dikawal dan diapresiasi. Dari segi kostum, tata busana kebaya, hingga estetika pakaian adat yang dikenakan, semuanya sangat menawan dan berkarakter,” ungkap Dhea Bacan di lokasi acara.

Dhea pun menambahkan bahwa sebagai upaya pemajuan seni Tari Jaipong memerlukan dukungan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat agar warisan budaya Sunda tetap berakar kuat di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara, Ibenks Satya Putra, mengungkapkan bahwa Pasanggiri ini dirancang sebagai momentum kebangkitan seni pertunjukan lokal.

Penilaian teknis dan keindahan gerak diserahkan langsung kepada dewan juri profesional bidang seni pertunjukan dari Kabupaten Subang, yakni Riyan Apriana, S.Sn., Yena Fitriyana, S.Sn., dan Tresna O.

Kemeriahan dan kesakralan acara turut dihadiri pula oleh sejumlah tokoh lintas sektor, di antaranya Budayawan Kabupaten Subang H. Warman Santi, Kepala Desa Arjuna Cicendo Bandung Aep Ruslan, S.Sn., Seniman Lukis Subang Alex, Direktur Utama TIC Subang Asep Setia Permana, serta Direktur Utama PT Global Energy Agrapana Fredy Ginting.

Langkah nyata yang terhampar di Panggung Seni TIC Subang ini membuktikan bahwa kelestarian seni tradisi tidak pernah redup selama generasi muda tetap diberi ruang untuk berpijak dan menari. Saat entitas masyarakat, budayawan, dan pelaku industri bergerak selaras, Tari Jaipong tidak sekadar menjadi tontonan estetik, melainkan benteng pertahanan kebudayaan bangsa yang akan terus berdiri megah melintasi zaman.

)**Djunod / Foto Ist.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *